Kompas.com - 20/10/2014, 17:28 WIB
Jusuf Kalla sedang memakai sepatu sat bersiap menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden 2014-2019 di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (20/10/2014). KOMPAS TV/ OKKY IRMANITAJusuf Kalla sedang memakai sepatu sat bersiap menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden 2014-2019 di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (20/10/2014).
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara penting dengan mengenakan sepatu buatan Cibaduyut, Kota Bandung. Sepatu bermerek JK Collection itu digunakan JK sebagai bentuk kecintaannya terhadap produk dalam negeri.

Pemilik toko sepatu JK Collection Shoes, Ella Erlina, mengatakan, JK memang terbiasa mengenakan sepatu buatan orang Bandung, termasuk untuk pelantikannya sebagai Wakil Presiden RI pada Senin (20/10/2014). Bagi JK, memakai produk dalam negeri adalah sebuah kebanggaan.

“Pak JK biasa pesan sepatu di sini. Biasanya dia memesan sepatu yang formal. Pak JK orangnya baik. Ia suka kalau kami, pengusaha-pengusaha kecil ini maju dan berkembang,” kenang Ella, belum lama ini.

Kehadiran JK memperkenalkan sepatu JK Collection untuk pertama kalinya di televisi beberapa tahun lalu memang membawa angin segar bagi sentra sepatu Cibaduyut. Sebelumnya, perajin sepatu di daerah ini sempat kewalahan dengan masuknya barang Tiongkok yang harganya lebih murah, tetapi kualitasnya berada di bawah sepatu Cibaduyut.

“Tapi kadang orang Indonesia lebih suka barang imitasi daripada produk asli Indonesia. Yang penting nenteng merek luar,” ujar Wawan, salah satu perajin Cibaduyut, Senin (20/10/2014).

Namun, kehadiran JK dan Jokowi sebagai orang penting yang memesan sepatu di Cibaduyut membuat bisnis sepatu kulit Cibaduyut terus bergairah. Ada kalanya, para eksekutif muda menyempatkan datang ke Cibaduyut karena terinspirasi pemimpin bangsa tersebut.

Tembus 27 negara

Saat ini, sepatu Cibaduyut terus berbenah dan menjadi salah satu sentra yang didorong Pemerintah Kota Bandung.

“Potensi alas kaki ini sangat besar. Pada 2013, dari 3,68 miliar dollar AS total ekspor Indonesia, Bandung menyumbang 23,48 juta dollar AS. Dan, itu baru memenuhi tiga persen dari total permintaan dunia,” ujar Kepala Dinas KUKM Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, Eric Mohamad Atorik.

Eric mengatakan, sepatu Cibaduyut menyebar di 27 negara, seperti Tiongkok, Denmark, Argentina, Perancis, Meksiko, Thailand, dan Vietnam. Adapun ekspor terbesar alas kaki Kota Bandung adalah Amerika Serikat sebesar 46,16 persen.

“Yang paling banyak diekspor sepatu Cibaduyut,” tuturnya.

Saat ini, Cibaduyut memiliki 485 perajin. Selain alas kaki, Cibaduyut memproduksi kerajinan kulit lainnya, seperti tas dan ikat pinggang.

Sejarah Cibaduyut

Dilihat dari sejarahnya, sentra ini dikenal sebagai home industry alas kaki sejak 1920-an. Saat itu, beberapa orang warga bekerja pada sebuah pabrik di Kota Bandung.

Setelah memiliki keterampilan dalam membuat sepatu, mereka berhenti sebagai pekerja. Mereka pun mulai merintis usaha sendiri dan menjualnya di lingkungan rumah. Lama-kelamaan, jumlah perajin bertambah banyak. Cibaduyut pun dikenal orang sebagai tempat orang mencari sepatu murah.

Bahkan, Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pernah menganugerahkan Cibaduyut sebagai kawasan terpanjang khusus sentra industri sepatu. Sebab, di jalan sepanjang 2 kilometer ini, toko maupun kios industri sepatu berjejer dengan rapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.