Kompas.com - 13/10/2014, 14:56 WIB
Aparat Kepolisian Resor Kota Jayapura membubarkan paksa unjuk rasa menuntut pembebasan dua jurnalis Perancis yang digelar aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (13/10/2014). alfian kartonoAparat Kepolisian Resor Kota Jayapura membubarkan paksa unjuk rasa menuntut pembebasan dua jurnalis Perancis yang digelar aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (13/10/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAYAPURA, KOMPAS.com – Aparat Kepolisian Resor Kota Jayapura membubarkan paksa unjuk rasa menuntut pembebasan dua jurnalis Perancis yang digelar aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (13/10/2014).

Aparat kepolisian yang dipimpin Kepala Polresta Jayapura, AKBP Alfred Papare, mengamankan 17 aktivis KNPB dan menyita spanduk beserta sejumlah pamflet yang berisi desakan untuk membebaskan Thomas Charles Dandois dan Louise Marie Valentine Bourrat.

AKBP Alfred Papare mengatakan, pembubaran paksa dilakukan karena unjuk rasa yang digelar tidak mendapat izin dari Polda Papua. "Aksi demo yang dilakukan KNPB, sebelumnya sudah mendapat surat penolakan dengan tidak diterbitkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polda Papua," kata Papare.

Menurut Alfred, belasan aktivis KNPB tersebut sementara diamankan di Mapolresta Jayapura untuk dimintai keterangan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Sulistyo Pudjo membenarkan polisi tidak mengeluarkan STTP untuk aksi yang digelar KNPB. Menurut Pudjo, ada aturan yang mengatur kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

"Aturannya pertama tidak mengganggu ketertiban umum, kedua tidak mengandung unsur asusila dan ketiga tidak mengandung unsur makar yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Pudjo.

Sebelumnya diberitakan, dua jurnalis asal Perancis, Thomas Charles Dandois (40) dan Louise Marie Valentine Bourrat (29) ditangkap anggota Polda Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 7 Agustus lalu. Bersama keduanya, ditangkap pula 3 orang anggota Organisasi Papua Merdeka dari Kelompok Enden Wanimbo.

Kedua jurnalis yang bekerja untuk Arte TV Perancis, dikenai pasal penyalahgunaan visa sesuai Pasal 122 A, Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011 dan diancam 5 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X