Ultimatum Ridwan Kamil: Satu Pedagang Membandel, Aktivitas Pasar Andir akan Dihentikan!

Kompas.com - 06/10/2014, 21:05 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung, Ridwan Kamil
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, memberikan ultimatum khusus kepada pedagang pasar tumpah di Pasar Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Ultimatum ini tertuju pada mereka yang berdagang dengan memakai badan Jalan Jenderal Sudirman.

Ultimatum tersebut, kata Ridwan, berisi perintah agar para pedagang pasar tumpah langsung membersihkan lapak dan barang dagangannya sebelum pukul 06.00 WIB. Pedagang di pasar ini membuka lapak sejak tengah malam hingga pagi hari.

"Kepada pedagang di Pasar Andir, (Jalan) Sudirman, dan Jalan Rajawali Timur, sudah tiga malam kami ultimatum. Pokoknya pukul 05.30 WIB sudah bersih-bersih, " kata Ridwan di Balaikota Bandung, Senin (6/10/2014).

Selain itu, Ridwan juga meminta para pedagang agar membersihkan sendiri sampah-sampah bekas sayur-mayur atau dagangan mereka tanpa perlu menunggu petugas kebersihan datang. "Jam 06.00 WIB harus sudah beres dan tidak nyampah. Kami lagi push agar mereka urus sampahnya sendiri jadi nanti petugas sampah tinggal ambil karungnya," papar dia.

Ridwan menjelaskan, ultimatum tersebut dibuat atas dasar pertimbangan untuk mengurangi kesemrawutan di kawasan itu. Selain persoalan sampah, pedagang yang tumpah hingga ke badan jalan juga kerap membuat macet.

Maklum saja, jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu jalur utama dan urat nadi perekonomian di Kota Bandung. "Pertimbangannya, kalau lewat jam 06.00 WIB itu pasti ketemu anak sekolah atau warga yang mau ke kantor. Selain itu sampahnya juga berat-berat," tutur dia.

Jika pukul 06.00 WIB masih ada satu atau dua pedagang yang membandel, tegas Ridwan, sanksi yang akan dijatuhkan bukan mengangkut lapak dan barang dagangan merekat, melainkan menghentikan sementara aktivitas perdagangan di Pasar Andir.

Dengan demikian para pedagang diminta pula untuk saling mengingatkan di antara sesama pedagang. "Lewat jam 06.00 WIB kalau masih ada temannya masih jualan, maka seluruh perdagangan kami hentikan sampai semua (pedagang) benar-benar kompak," tegas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X