Musim Mudik, Sopir Travel "Plat Hitam" di Bakauheni "Mark-up" Tarif

Kompas.com - 23/07/2014, 19:31 WIB
Pemudik bersepeda motor menunggu giliran menaiki kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (10/8/2013). Hingga pukul 17.30, terdapat 34.963 penumpang dan 8.071 kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan itu. Arus balik pemudik di pelabuhan tersebut mulai berlangsung dan diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPemudik bersepeda motor menunggu giliran menaiki kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (10/8/2013). Hingga pukul 17.30, terdapat 34.963 penumpang dan 8.071 kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan itu. Arus balik pemudik di pelabuhan tersebut mulai berlangsung dan diperkirakan mencapai puncaknya pada hari ini.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BAKAUHENI, KOMPAS.com - Banyaknya warga yang memanfaatkan lebaran dengan mudik ke kampung halaman dimanfaatkan oleh sejumlah sopir travel untuk menambah pemasukan. Mereka menaikkan tarif travel Rp 20.000 lebih mahal dari tarif normal.

"Biasanya Pelabuhan Bakauheni ke Talang Padang, Lampung Selatan (150 kilometer) Rp 60 ribu Khusus lebaran harganya naik jadi Rp 80 ribu," kata salah seorang sopir travel Andi (25) saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (23/7/2014).

Andi mengaku hanya menaikkan tarif travel tanpa menambah jumlah perjalanan. Tiap hari, Andi dan sopir travel plat hitam biasanya hanya melakukan satu kali perjalanan pulang pergi Talang Padang-Pelabuhan Bakauheni. "Biasanya siang hari bawa penumpang dari Talang Padang ke Bakau, malam harinya pulang lagi ke Talang Padang. Kebanyakan sopir di sini pake mobil APV yang bisa membawa penumpang sembilan orang," kata dia.

Andi menambahkan, jumlah penumpang dari Talang Padang ke Bakauheni biasanya hanya diisi 3-4 orang. Namun, saat membawa penumpang dari Talang Padang ke Bakauheni mobilnya hampir dipastikan penuh penumpang.

Dalam sehari, Andi bisa mengantongi uang sekitar Rp 1.500.000. "Itu di luar bensin Rp 250 ribu per hari dan biaya parkir Rp 10 ribu per hari," kata dia.

Parkir yang dimaksud Andi sebenarnya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum aparat negara berseragam biru. Maklum, travel milik Andi merupakan travel liar berplat hitam bukan travel resmi yang berplat kuning.

Sementara itu, salah satu penumpang travel Eva Suryani mengaku bisa memaklumi kenaikkan tarif trevel di masa libur lebaran ini. "Maklum, namanya juga mereka cari rezeki. Lagian kalau tidak ada travel seperti itu kami juga susah cari transportasi," kata Eva yang baru saja menyeberang dari Jawa ke Sumatera.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X