Antar Surat, Dua Staf Bawaslu Mengaku Diperlakukan Tak Menyenangkan di Rumah Amien Rais

Kompas.com - 28/06/2014, 18:15 WIB
Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Dhoni Setiawan (DS) 09-07-2009 KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANKantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Dhoni Setiawan (DS) 09-07-2009
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
— Dua orang staf Bawaslu DI Yogyakarta yang menjalankan tugas negara mengantarkan surat pemanggilan ke rumah Amien Rais di Jl Pandean, Sawitsari, Condongcatur, Sleman, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Syariful dan Ahmad Amri, anggota pelaksana teknis Bawaslu DIY yang mendapat tugas untuk mengantarkan surat itu, mengaku ditemui oleh tiga orang saat tiba di rumah Amien.

"Kami di luar lalu ada tiga orang yang menemui. Satu perempuan dua laki-laki," ujar Ahmad Amri, Sabtu (28/6/2014).

Kedua laki-laki tersebut, lanjutnya, lantas berbicara kurang mengenakan dengan menyuruh dua anggota Bawaslu duduk di luar atau di atas jok motor.

"Tanah ini saya beli Rp 1 miliar, sana duduk di luar di jok motor," kata Amri menirukan seruan salah satu pria yang menemuinya di rumah Amien Rais.

Keduanya mengaku jengkel dengan perlakuan itu karena apa yang mereka jalankan adalah sebuah tugas negara. Namun demikian, keduanya lantas menyelesaikan tugasnya dengan memberikan surat pemanggilan dari Bawaslu lalu segera pergi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib, menyayangkan peristiwa tidak mmengenakkan yang dialami dua anggota Bawaslu ketika mengantarkan surat ke rumah Amien Rais.

"Saya menyayangkan insiden itu, mereka juga kan anggota Bawaslu," ucap Najib.

Dia menuturkan, kedatangan kedua anggota Bawaslu ke rumah Amien Rais untuk mengantarkan surat panggilan terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu.

"Bawaslu dibentuk negara untuk mengawasi pemilu. Mereka menjalankan tugas negara mengantarkan surat panggilan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bawaslu DIY memanggil Hatta Rajasa beserta tokoh-tokoh tim kemenangan capres dan cawapres nomor urut satu terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu di acara zikir dan pengajian yang digelar di Sportarium Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (25/6/2014) malam.

Tokoh-tokoh tim sukses capres dan cawapres nomor urut satu yang dipanggil yakni Bambang Eka, Hanafi Rais, Amin Rais, Herry Zudianto, dan Gus Miftah. Cawapres Hatta Rajasa yang saat itu hadir dan menjadi pembicara juga turut dipanggil.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.