Kompas.com - 25/06/2014, 18:49 WIB
|
EditorFarid Assifa
SEMARANG, KOMPAS.com – Tensi persaingan pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang terus memanas. Setelah ada bakal calon rektor yang dilaporkan polisi, kali ini pihak dekanat yang membawahi langsung sang calon yang seorang profesor itu turut bicara.

Wiyanto, selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unnes menolak dengan tegas laporan dari pihak yang mengatasnamakan Badan Pekerja Senat Unnes. Sebelumya, perwakilan badan pekerja melaporkan kandidat Prof Supriadi Rustad terkait pemberian keterangan palsu.

Menurut Wiyanto, laporan pada polisi itu adalah laporan yang tidak benar. Terlapor, Prof Supriadi, lanjut dia, tidak benar telah memberikan keterangan palsu dan tidak aktif mengajar lagi di Unnes.

“Yang bersangkutan masih mengajar pada semester ini. Dia mengajar mata kuliah Fisika Bumi Antariksa 3 SKS di program pascasarjana. Sebelumnya, semester ini juga masih akif ngajar. Jadi tidak benar, dia telah tidak aktif,” kata Wiyanto, Rabu (25/6/2014).

Terkait dugaan pemalsuan, Wiyanto berujar bahwa dirinya sebelumnya telah dimintai konsultasi oleh terlapor, Prof Supriyadi terkait boleh tidaknya mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unnes. Setelah diperoleh berbagai keterangan dan berbagai syarat yang ada, akhirnya terlapor memutuskan maju sebagai bakal calon.

Setelah itu, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud itu mengisi surat pernyataan dari Kemendikbud yang kemudian ditantanganinya.

“Surat itu tertanggal 16 Mei 2014, tepat hari terakhir mendaftar sebagai bakal calon rektor Unnes. Surat dari Kemendibud perihal izin dari Prof Supriyadi yang isinya diperbolehkan mencalonkan diri,” tambah Wiyanto.

Selain hal itu, bukti bahwa Prof Supriadi masih aktif mengajar pada semeter ini karena pada tiap surat dan perihal yang disampaikan kepadanya, masih sebagai dosen aktif.

“Kalau dia dibebaskan sementara dari tugas jabatan akademik, bukan bebas sebagai seorang pegawai negeri sipil. Beliau itu tetap sebagai dosen PNS aktif,” paparnya.

Sebelumnya, dugaan pemalsuan surat itu dilaporkan perwakilan Badan Pekerja Senat Unnes yang diwakili Ahmad Slamet, Rustono dan Solehatul Mustofa ke Mapolrestabes Semarang.

Terlapor, Prof Supriyadi ditengarai telah membuat pernyataan palsu bermaterai sebagai dosen PNS aktif. Tindakan Prof Supriyadi mencalonkan diri pun dianggap menyalahi ketentuan yang ada, yakni Peraturan Senat Unnes Nomor 3 Tahun 2014, Permendikbud Nomor 33 Tahun 2014, PP Nomor 37 Tahun 2009, Peraturan Menteri PAN Nomor 17 tahun 2013.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Regional
Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.