Kompas.com - 06/06/2014, 09:05 WIB
Pemerintah Malaysia telah mendeportasi lebih dari 1200 TKI Ilegal melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Kebanyakan TKI ini akan kembali memasuki Negara Malaysia secara illegal. KOMPAS.com/SUKOCOPemerintah Malaysia telah mendeportasi lebih dari 1200 TKI Ilegal melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Kebanyakan TKI ini akan kembali memasuki Negara Malaysia secara illegal.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com — Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 102 TKI ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara. TKI yang bekerja di perkebunan sawit PT Sandakan ini dipulangkan dengan menggunakan KM Francis Express.

Pejabat Imigrasi Nunukan, Budi, mengatakan, hingga Bulan Juni 2014 pemerintah Malaysia telah melakukan 20 kali deportasi terhadap TKI illegal.

“Yang hari ini 102 orang warga negara Indonesia itu berasal dari PT Sandakan. Terdiri dari 58 laki-laki dewasa, 38 perempuan dewasa, 4 anak laki-laki, dan 2 perempuan. Dari bulan Januari sampai sekarang itu sekitar 20 kali pemulangan,“ ujar Budi kepada KBR di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (5/6/2014).

Salah satu TKI bernama Ayu (23) dari Polman Sulawesi Selatan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga mengaku masuk ke Tawau, Malaysia, secara ilegal. Ayu yang baru 10 hari bekerja menjaga anak-anak ditangkap petugas saat akan berangkat bekerja.

“Kerja di Tawau menjaga budak (anak-anak) baru sepuluh hari. Kami baru mau berangkat kerja, pagi-pagi tu jam setengah 5. Kami diperiksa disuruh siap-siap mau dibawa. Kami baru masuk, rencana kami mau buat paspor di sini, kan aku sendiri tidak tahu macam mana,” ujar Ayu yang sempat mendekam di penjara penampungan selama 3 bulan.

Pemerintah Daerah Nunukan tampak kewalahan menangani pemulangan TKI ke daerah asal mereka. Bahkan belasan TKI yang mengalami gangguan kejiwaan dibiarkan berkeliaran di Kota Nunukan karena minimnya anggaran.

Staf Bagian Sosial Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kabupaten Nunukan Edy Rahman mengatakan, hingga pertengahan tahun anggaran untuk pemulangan TKI gila telah habis digunakan untuk memulangkan 9 TKI gila ke daerah asal mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau untuk orang gilanya ada perawatannya, ada pemulangannya ada pengantarnya itu. Karena kalau anggaran sekarang enggak cukup. Baru bulan 6 sudah 9 yang kita pulangkan, sudah melebihi target. Target kita dengan anggaran 20 juta hanya untuk 7 orang. Cuma ini kita kurangi pengantarnya sehingga biasanya 1 orang gila 2 pengantar kita bikin 1 orang gila 1 pengantar biar cukup anggaran. Ini saja masih 12 TKI gila yang berkeliaran. Nanti belum lagi deportasi besar-besaran,“ ujar Edy.

Sementara itu, dari catatan Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten Nunukan, hingga Bulan Mei 2014, Pemerintah Malaysia telah mendeportasi lebih dari 1.500 TKI ilegal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X