Tujuh Gereja di Cianjur Disegel, Kemenag Kirim Tim dari Jakarta

Kompas.com - 05/06/2014, 12:48 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BOGOR, KOMPAS.com – Sebuah tim dari Kantor Kementerian Agama Pusat meninjau lokasi penyegelan tujuh gereja di Cianjur, Jawa Barat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari laporan soal penyegelan rumah ibadah yang sebelumnya disampaikan 13 orang perwakilan dari tujuh gereja yang disegel ke Komnas HAM.

Staf Kapuslitbang Kementerian Agama, Ibnu Hasan yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (5/6/2014) mengatakan, pihaknya melalukan kroscek ke lapangan terkait penyegelan oleh pemerintah daerah setempat.

“Benar, hari ini kami akan melihat langsung ke lokasi kejadian. Namun ini merupakan kunjungan biasa saja, hanya ingin melihat teman-teman di sana. Sifatnya pun tak resmi,” ungkapnya, Kamis (5/6/2014).

Ibnu mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait peristiwa penyegelan tersebut, karena informasi yang diterima masih simpang siur. “Informasi yang diterima masih belum jelas. Ada yang bilang kalau penyegelan itu dilakukan oleh Satpol PP setempat, tapi ada yang bilang juga dilakukan oleh pihak lain. Maka dari itu, kami ingin mencari informasi kebenarannya seperti apa. Karena kami belum dapat laporan dari bawah,” kata Ibnu.

Saat ditanya mengenai agenda yang akan dilakukan dalam kunjungan ke lokasi penyegelan tersebut, dia juga enggak memberi komentar banyak. “Saya ini kan petugas. Segala sesuatunya kan saya punya pimpinan. Jadi saya tidak berwenang untuk memberikan komentar. Silahkan jika ingin jelas tanya pimpinan saya saja,” ujarnya.

Ibnu menambahkan, untuk menyelesaikan persolan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk kepada Pemerintah Daerah Cianjur. “Untuk memastikan kejadian sebetulnya seperti apa. Kita kan harus memfasilitasi semuanya,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin (2/6/2014) lalu, sebanyak 13 orang perwakilan dari tujuh gereja yang disegel oleh Pemerintah Daerah Cianjur, Jawa Barat, mengadu ke Komnas HAM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka menginginkan adanya perlindungan hukum dalam beribadah. Pemerintah Daerah Cianjur menyegel ketujuh gereja tersebut, lantaran status legalitas tempat ibadah tersebut masih dipertanyakan.

Pemda Cianjur melakukan penyegelan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri tahun 2006 yang isinya mengatur tentang Pendirian Rumah Ibadah. Jika akan mendirikan rumah ibadah, 60 persen penduduk di daerah tersebut harus menyetujuinya. Padahal gereja-gereja tersebut, sudah digunakan untuk beribadah sejak tahun 1977, jauh sebelum SKB Dua Menteri tersebut dikeluarkan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.