Jelang Ramadhan, Harga Cabe Terjun Bebas

Kompas.com - 30/05/2014, 10:45 WIB
Aktivitas bongkar muat sayur mayur di terminal Agrobisnis Bandungan, Kabupaten Semarang kompas.com/ syahrul munirAktivitas bongkar muat sayur mayur di terminal Agrobisnis Bandungan, Kabupaten Semarang
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBARAWA, KOMPAS.com – Sebulan menjelang Bulan Ramadhan, harga bahan pokok dan sayur mayur biasanya merangkak naik. Namun, di Kabupaten Semarang, harga komoditas sayuran terutama cabe dan unclang (daun bawang) malah anjlok.

Harga di tingkat petani untuk cabe keriting dari Rp 25-35 ribu, turun menjadi Rp 4.000 per kilogram. Akibatnya, banyak yang merugi, karena hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi.

Salah seorang petani sayuran di Bandungan, Rugimin (41) mengatakan, harga cabe saat ini terus turun, hal itu membuatnya jatuh merugi. Sebab, biaya produksi setiap 1.000 meter persegi minimal Rp 5 juta.

Sementara, hasil panen saat dijual tidak dapat menutupi biaya produksi. “Sudah satu bulan ini harga cabe turun. Cabe keriting yang biasanya Rp 35 ribu turun menjadi Rp 4.000. Selain itu sayuran unclang dari harga Rp 5.000 turun menjadi Rp 1.500-2.000. Cabe jenis Sret dari Rp 50-60 ribu menjadi Rp 9-10 ribu per kilogramnya,” kata Rugimin, Jumat (30/5/2014) pagi.

Sekalipun harganya anjlok, Rugimin mengaku tetap memanen cabenya guna menghindari kerugian yang lebih besar. Ia menengarai turunnya harga cabe dan komoditas sayur lainnya disebabkan karena melimpahnya stok di Terminal Agrobisnis, Bandungan. Sebab, di pasar khusus sayuran tersebut juga diserbu pasokan sayuran dari daerah lain, seperti Temanggung dan Magelang.

“Kami berharap beberapa minggu ke depan harga membaik. Karena masih ada sisa tanaman yang bisa dipanen,” ungkapnya.

Petani lainnya di Bandungan, Lestari (40) mengatakan, kerugian petani selain karena harganya turun juga disebabkan serangan hama. Sebab memasuki pergantian musim, sehingga banyak tanaman yang terkena penyakit.

“Selain harganya murah, kami juga kerepotan mengatasi masalah hama dan penyakit tanaman sayuran. Saat ini yang kerap muncul penyakit kuning pada unclang, sehingga tanaman rusak dan tidak bisa panen,” ungkap Lestari.

Dia berharap, Pemerintah turut membantu mengatasi hama dan penyakit serta masalah harga ini. Sehingga petani tidak terlalu merugi ketika tiba-tiba harga sayur di pasaran anjlok. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X