Tiga Pelajar SMP Terlibat Pencurian Sepeda Motor

Kompas.com - 22/05/2014, 23:02 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus berurusan dengan hukum lantaran diduga terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor. Tiga pelajar laki-laki itu ditangkap oleh aparat Polres Magelang di waktu dan lokasi kejadian yang berbeda.

Kasubbag Humas Polres Magelang, Ajun Komisaris Polisi Parmanto Puji Yuwono mengungkapkan, mereka adalah G (13), Y (14), dan A (13), pelajar kelas VII salah satu SMP di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Parmanto menerangkan, tersangka G dan Y ditangkap saat tengah melakukan upaya pencurian sepeda motor milik Abdul Gofur, warga Dusun Tirto, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (19/5/2014).

Saat itu, papar Parmanto, motor korban dengan nopol AA 5379 FA berada di pinggir sawah di Dusun Citran, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid.

"G dan Y tertangkap tangan saat sedang berusaha mencuri sepeda motor itu," jelas Parmanto, Kamis (22/5/2014).

Sedangkan tersangka A, lanjut Parmanto, diketahui pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor merk Yamaha Mio bersama kedua temannya itu pada Kamis (15/5/2014) lalu di lokasi lain.

Modus pencurian yang dilakukan di Dusun Tirto yakni dengan menaiki sepeda motor yang ditinggal pemiliknya dalam kondisi tidak terkunci stang.

"Sepeda motor korban dinaiki salah satu tersangka, kemudian tersangka lain mendorong dengan menggunakan kaki. Tapi belum sempat dibawa kabur, sudah ketahuan pemilik yang kemudian mengejar dengan dibantu warga sekitar. Motif mereka semata hanya karena ingin memiliki," imbuh Parmanto.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor. Namun demikian, karena ketiganya masih di bawah umur, hukuman yang diberikan akan mengacu pada Undang- Undang Perlindungan Anak. Mereka pun tidak ditahan agar tetap bisa bersekolah.

"Hukuman yang diberikan pun hanya sepertiga dari hukuman yang sebenarnya. Maksimal sekitar 1 sampai 1,5 tahun," tegas Parmanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Regional
Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X