Keluarga Korban Tak Puas, Hakim Diburu, Pelaku Dilempari Sandal

Kompas.com - 16/05/2014, 19:01 WIB
Keluarga korban yang kecewa dengan vonis hakim terhadap pelaku kecelakaan lantas mengejar hakim ke ruang ketua pengadilan hingga melempari pelaku dengan sandal dan sepatu saat dibawa petugas masuk ke mobil tahanan. KOMPAS.com/JunaediKeluarga korban yang kecewa dengan vonis hakim terhadap pelaku kecelakaan lantas mengejar hakim ke ruang ketua pengadilan hingga melempari pelaku dengan sandal dan sepatu saat dibawa petugas masuk ke mobil tahanan.
|
EditorCaroline Damanik

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com - Sidang putusan kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua korban di Pengadilan Negeri Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, berlangsung ricuh, Jumat (16/5/2014). Keluarga korban mengamuk karena kecewa dengan putusan hakim yang dinilai terlalu ringan terhadap pelaku.

Kericuhan terjadi setelah hakim Burhanuddin membacakan putusan terhadap terdakwa Herman (20), warga Dusun Balantik. Herman divonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 10 juta karena terbukti lalai berkendara hingga menyebabkan dua nyawa warga melayang, Februari lalu.

Keluarga korban yang menjadi emosi lalu mengejar hakim ke ruang kerjanya sehingga ketegangan sempat terjadi di depan ruangan tersebut. Sejumlah keluarga korban memaksa masuk untuk bertemu dengan hakim karena ingin mempertanyakan alasan vonis yang dinilai terlalu ringan.

Karena tak dapat bertemu hakim, keluarga korban yang emosi lalu memburu pelaku saat dikawal petugas menuju mobil tahanan.

Keluarga korban yang tak bisa menahan emosi melempari pelaku dengan sandal dan sepatu. Petugas yang mengawal pun segera mengevakuasi pelaku ke dalam mobil.

Keluarga korban menangis histeris karena tidak puas dengan putusan hakim. Ali, adik salah satu korban mengaku tidak puas. Dia menilai putusan hakim tidak memenuhi rasa keadilan.

“Putusan hakim sangat menodai rasa keadilan. Pelaku yang menyebabkan dua nyawa warga melayang hanya dihukum satu tahun penjara,” ujar Ali.

Karena merasa putusan tersebut tidak adil, Ali mengatakan, akan mengerahkan massa dan keluarganya berunjuk rasa ke pengadilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X