Petani Korban Kelud Unjuk Rasa Tagih Bantuan Pemerintah

Kompas.com - 29/04/2014, 11:33 WIB
Suasana pembagian air bersih di Desa Laharpang, Kediri, Jawa Timur, Jumat (22/2/2014). Meletusnya Gunung Kelud pada pekan lalu mengakibatkan sejumlah warga yang sudah mulai kembali ke rumahnya mengalami kesulitan air bersih. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Suasana pembagian air bersih di Desa Laharpang, Kediri, Jawa Timur, Jumat (22/2/2014). Meletusnya Gunung Kelud pada pekan lalu mengakibatkan sejumlah warga yang sudah mulai kembali ke rumahnya mengalami kesulitan air bersih.
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com — Ratusan warga terdampak erupsi Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berunjuk rasa di kantor Bupati, Selasa (29/4/2014). Mereka menagih kebijakan pemerintah terkait keringanan pembayaran utang bank bagi korban terdampak erupsi Kelud.

Massa yang berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Kepung dan Kecamatan Puncu itu mengaku saat ini sedang mengalami kesulitan perekonomian akibat bencana itu. Bahkan banyak dari petani yang dikejar-kejar penagih utang.

Oleh karena itu, mereka menagih janji yang pernah disampaikan gubernur dan bupati saat mengunjungi mereka tidak lama setelah erupsi terjadi. Saat itu, pemerintah menjanjikan beberapa bantuan, di antaranya adalah kebijakan perbankan bagi para petani, tetapi tidak ada realisasinya hingga kini.

"Kami hanya meminta hak kami sebagaimana kami diwajibkan membayar pajak," kata Burhanudin dalam orasinya di hadapan massa.

Massa menggelar aksinya dengan menggunakan seperangkat pengeras suara ukuran besar yang harus diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka. Selain itu, mereka juga membawa berbagai macam poster yang berisi tuntutan mereka. Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan personel kepolisian dan Satpol PP.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Masykuri Iksan, mengatakan, pemerintah kabupaten akan menyampaikan aspirasi warga untuk mendapatkan keringanan atau penghapusan utang bank itu ke pemerintah pusat.

"Kami akan berjuang mencari celah atas aspirasi panjenengan ke Jakarta. Keputusannya tetap ada di pusat," katanya di hadapan massa.

Masykuri menambahkan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan otoritas perbankan setempat, seperti Bank Indonesia Kediri, serta Otoritas Jasa Keuangan di Kediri.

"Kami mohon doa restu bapak-bapak sekalian," tandasnya.

Dalam aksi yang mendapat pengawalan ketat kepolisian itu, warga berorasi dan membawa berbagai poster berisi aspirasi. Setelah mendapat dukungan dari pemerintah daerah, massa kemudian membubarkan diri dan pulang dengan menggunakan truk.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X