Kompas.com - 28/04/2014, 08:54 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com - Balai Konservasi Borobudur (BKB) menemukan candi baru di halaman Candi Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Struktur candi itu bukan terbuat dari batu seperti struktur candi Mendut dan Borobudur, melainkan berupa bata berukuran besar.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, penemuan itu bermula ketika petugas BKB sedang melakukan penataan halaman Candi Budha itu beberapa waktu lalu.

Saat melakukan penggalian di sisi selatan candi, tiba-tiba petugas mendapati tumpukan bata membentuk pondasi. "Kami terus lakukan penggalian dan benar ada pondasi bata," ujar Koordinator Pokja Pemeliharaan BKB, Yudi Suhartono, ditemui akhir pekan kemarin.

BKB kemudian memutuskan untuk melanjutkan penggalian sepanjang tiga meter, lebar dua meter dan kedalaman 120 cm.  

Menurut Yudi, penemuan ini tergolong langka karena letak pondasi bata di bawah bangunan Candi Mendut yang terbuat dari batu andesit. "Selanjutnya kami akan lakukan penelitian secara matang," ucap Yudi.  

BKB memperkirakan, pondasi bata itu merupakan struktur bata pada masa kerajaan Mataram kuno. Apabila dilihat dari ukuran bata yang besar, sepanjang 34 centimeter, tebal 13 centimeter dan lebar 23 centimeter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yudi menjelaskan, Candi Mendut diperkirakan dibangun pada abad ke-VIII. Pada saat itu di bangun pula Candi Borobudur dan Candi Pawon yang terletak sekitar dua kilometer dari Candi Mendut.

Koordinator Pokja Pengamanan BKB, Sugiyono menambahkan, selain dari BKB, penggalian dan penelitian itu juga dibantu arkeolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Balai Arkeologi Yogyakarta.

BKB telah melakukan penggalian dari 21-24 April 2014 lalu. Kemudian penggalian akan dilanjutkan mahasiswa UGM Yogyakarta hingga 30 Apil 2014 mendatang.

Hingga saat ini tim itu masih melakukan penggalian di lima titik. Dua kotak pengalian dilakukan di sisi selatan Candi Mendut dan tiga kotak di utara Candi Mendut.

Untuk ukuran penggalian di antaranya empat kotak berukuran 2x2 meter dan satu kotak berukuran 1x2 meter.  

"Dari tiga kotak penggalian di sisi selatan Candi Mendut, kami menemukan struktur bata. Sedangkan dua kotak di sisi utara Candi kami menemukan pecah-pecahan grabah dan keramik,” ungkap Sugiyono.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.