"Money Politics", Bupati Semarang Dihukum Percobaan 10 Bulan

Kompas.com - 24/04/2014, 17:18 WIB
Bupati Semarang Mundjirin, berdoa seusai divonis 6 bulan percobaan oleh Majlis Hakim PN Kabupaten Semarang, Kamis (24/4/2014) siang Kompas.com/ Syahrul MunirBupati Semarang Mundjirin, berdoa seusai divonis 6 bulan percobaan oleh Majlis Hakim PN Kabupaten Semarang, Kamis (24/4/2014) siang
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Semarang menjatuhkan vonis bersalah terhadap terdakwa Bupati Semarang Mundjirin dan memvonis penjara selama enam bulan dengan masa percobaan 10 bulan dan denda Rp 24 juta subsider dua bulan penjara.

Mundjirin dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya, sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung atau tidak langsung, untuk memilih partai peserta pemilu tertentu saat melakukan kampanye di Pasar Bandarjo, Sabtu, 22 Maret 2014 lalu.

"Menjatuhkan pidana kepada saudara terdakwa selama enam bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak usah dijalani. Kecuali jika di kemudian hari, ada keputusan hakim yang memutuskan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan sepuluh bulan berakhir," kata hakim ketua, Dede Suryanti.

Vonis hakim terhadap Mundjirin, sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya. Jaksa menilai, perbuatan pembagian beras Mundjirin sebagai juru kampanye PDI-P kepada warga saat itu, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi dan terdakwa serta sejumlah barang bukti melanggar unsur-unsur yang terkandung di pasal 301 ayat 1 jo pasal 89 huruf C UU No 8 Tahun 2012.

Unsur pasal tersebut terdiri atas setiap pelaksana kampanye, dengan sengaja, menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya dan unsur sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung ataupun tidak langsung.

Menanggapi vonis tersebut, pihak terdakwa dan penasihat hukumnya maupun JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa menyatakan menerima. "Menerima yang mulia," jawab Mundjirin.

Sidang putusan dugaan Money Politics Bupati Semarang Mundjirin dihadiri oleh puluhan loyalisnya. Terlihat wakil Bupati Semarang Warnadi, kepala dinas atau SKPD, PNS, Satpol PP, camat dan sejumlah kepala desa.

Pekikan takbir dan hamdalah terdengar begitu palu hakim dijatuhkan. Para pendukung Bupati Mundjirin tampak mengelu-elukan politisi PDI-P ini sampai mengantarkannya keluar dari ruang sidang.

“Saya menerima karena saya sebagai pejabat publik. Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Kalau banding-banding, terus kapan saya kerjanya,” kata Mundjirin, setelah keluar dari ruang sidang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X