Pemerintah Aceh Minta Ikut Kelola Migas hingga 200 Mil

Kompas.com - 16/04/2014, 16:43 WIB
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan DEYTRI ROBEKKA ARITONANGDirektur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pemerintah Aceh setuju hanya mengelola minyak dan gas bumi (migas) pada batas 12 mil dari garis pantai. Namun, mereka minta ikut dilibatkan dalam mengelola migas di wilayah 200 mil perairan Aceh.

"Tadi sudah ada kesepahaman kami. Kalau 12 mil itu kan sama dengan batas-batas laut provinsi lain. Kalau sampai 200 mil kan bukan surrounding (seperti diatur dalam MoU Helsinki) lagi. Tapi, Aceh minta dilibatkan," ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2014).

Ia mengatakan, terdapat penafsiran yang berbeda antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat soal pengelolaan laut. Dalam MoU Helsinki poin 1.3.3 terkait Bidang Ekonomi, Aceh akan memiliki kewenangan atas sumber daya alam yang hidup di laut teritorial di sekitar Aceh.

Pemerintah Aceh menafsirkan klausul "di Sekitar Aceh" adalah wilayah sejauh 200 mil dari garis pantai, sedangkan bagi pemerintah sejauh 12 mil. "Kalau 200 mil jadi laut dalam dong. Bukan lagi di sekitarnya," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang pembahasan evaluasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh hingga 16 Juni 2014 mendatang. Perpanjangan pembahasan qanun itu sambil membahas dua RPP, yaitu RPP Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi di Aceh dan RPP Kewenangan Pertanahan Pemerintah Aceh serta satu Rancangan Perpres tentang Badan Pertanahan di Provinsi Aceh.

Regulasi-regulasi tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Qanun Bendera Aceh diundangkan sejak Maret 2013 lalu. Qanun itu mengatur, lambang dan bendera Aceh sama persis dengan lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pemerintah pusat meminta pihak Aceh mengevaluasi regulasi tersebut karena dinilai bertentangan dengan PP Nomor 77 Tahun 2007.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Kondisi Terkini Mahasiswa di Wuhan: Kondisi Baik dan Tetap Bertahan di Asrama

Regional
Kisah Mahasiswa Aceh Bertahan di Wuhan Akibat Corona Merebak: Butuh Makanan hingga Belum Bisa Dipulangkan

Kisah Mahasiswa Aceh Bertahan di Wuhan Akibat Corona Merebak: Butuh Makanan hingga Belum Bisa Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X