Perahu Motor Terbalik di Perairan Yapen, 24 Orang Hilang

Kompas.com - 11/04/2014, 18:01 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam Kompas.com/Ronny Adolof BuolIlustrasi kapal tenggelam
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com -- Sebuah perahu motor tempel bermesin ganda 40 PK yang mengangkut 30 orang penumpang terbalik di perairan timur Pulau Yapen saat berlayar dari Kampung Waitanisa, Distrik Teluk Ampimoi, Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan tujuan Mamberamo Raya, Rabu (9/4/2014) dini hari.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Biak, Marsudi, yang dihubungi Kompas.com mengatakan, musibah ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Diduga perahu motor terbalik akibat diempas gelombang tinggi di perairan timur Pulau Yapen.

Menurut Marsudi, lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 01° 51’ 56” Lintang Selatan dan 136° 26’ 46” Bujur Timur.

“Kami menerima informasi kejadian tersebut beberapa saat setelah kejadian. Kebetulan kami sedang melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Biak Timur sehingga tim langsung melakukan pencarian pada Rabu pagi,” ungkap Marsudi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (11/4/2014).

Marsudi menjelaskan, dalam kejadian tersebut, enam orang penumpang bisa diselamatkan nelayan, sedangkan 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

Upaya pencarian yang sudah dilakukan sejak Rabu lalu melibatkan sebuah kapal cepat dari Basarnas Biak, bekerja sama dengan Kodim, Polres, dan tenaga SAR lainnya dari Kepulauan Yapen.

“Hingga pencarian sore tadi, kami belum menemukan tanda-tanda dari perahu motor naas yang terbalik. Kami juga sudah melibatkan pihak keluarga dalam pencarian ke arah TKP, walaupun sesekali harus menepi karena terhadang gelombang tinggi yang mencapai 2 hingga 3 meter,” ungkap Marsudi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Keracunan Massal Usai Muludan di Sukabumi, Warga Santap Gudeg hingga Sambal

Regional
Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X