Pegawai PT KAI yang Tewas dalam Kecelakaan KA Malabar Dipulangkan ke Malang

Kompas.com - 05/04/2014, 08:24 WIB
Seorang korban kecelakaan KA Malabar diangkat oleh petugas yang dibantu warga di Stasiun Cirahayu, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2014) dini hari. Kecelakaan anjlok di kawasan ini, Jumat (4/4/2014) malam. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHASeorang korban kecelakaan KA Malabar diangkat oleh petugas yang dibantu warga di Stasiun Cirahayu, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2014) dini hari. Kecelakaan anjlok di kawasan ini, Jumat (4/4/2014) malam.
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS. com - Dari tiga korban tewas kecelakaan KA Malabar di ruas Ciawi-Cirahayu, Tasikmalaya, salah satu korban berasal dari Malang, Jawa Timur, yaitu Ayu Dyah Kusumaningrum, pegawai PT KAI kantor pusat Bandung. Rencananya, jenazah Ayu akan dipulangkan ke Malang dari Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2014).

"Dari tiga korban KA Malabar, satu orang dari Malang. Atas nama Ayu Dyah Kusumaningrum. Ia adalah pegawai PT KAI kantor pusat Bandung," kata Kepala Stasiun KA Kota Baru Malang, Muhammad Sofyan, Sabtu (5/4/2014) pagi.

Di Malang, korban tinggal di Jalan Pendowo Nomor 11 Kecamatan Lawan, Kabupaten Malang. Keluarga, lanjutnya, sudah menerima kabar kecelakaan yang menewaskan Ayu.

"Pihak keluarga sudah mengetahui hal itu. Sudah menerima kematian korban. Kabar yang saya terima, pada pukul 09.00 WIB, jenazah korban akan diberangkatkan dari Rumah Sakit Tasikmalaya," kata Sofyan.

Ada korban yang diketahui meninggal ada tiga penumpang. Diantaranya, Sri Hartanto (60), asal Sleman, Yogyakarta, Kharis Budi Cahyono, asal Jambon, Ponorogo dan Ayu Dyah Kusumaningrum (27) asal Lawang Kabupaten Malang. Diberitakan sebelumnya, KA Malabar mengalami kecelakaan dengan dimasinisi oleh Ujang Didik. Lokomotif yang terguling bernomor CC206 13 55. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.46 WIB. KA Malabar itu membawa 7 gerbong yang terdiri dari kereta penumpang, kereta makan, dan kereta bagasi.

Sebelumnya diberitakan, tiga korban tewas dalam kecelakaan KA Malabar di ruas Ciawi-Cirahayu, Tasikmalaya. Selain korban tewas, setidaknya dua orang mengalami luka parah.

Lokasi kecelakaan menyulitkan upaya penyelamatan atas kecelakaan ini. Butuh waktu satu jam untuk berkendara dari Kota Tasikmalaya untuk sampai daerah Gentong, yang kemudian berlanjut satu jam lagi perjalanan di jalanan licin dan buruk di perbukitan, untuk sampai di tempat yang terdekat dari lokasi kecelakaan.

Jarak terdekat tersebut adalah dua kilometer dari lokasi kecelakaan. Dari lokasi tersebut, para petugas penyelamat harus berjalan kaki di atas rel untuk sampai ke lokasi anjloknya kereta. Korban-korban yang selamat pun harus berjalan kaki menuju Stasiun Cirahayu. KA Malabar anjlok pada Jumat malam. Diduga, kereta anjlok karena tanah ambles sepanjang 25-30 kilometer di bawah rel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal'

"Saya Penasaran, Pesan Apa yang Ingin Disampaikan Sebelum Anak Saya Meninggal"

Regional
Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

Regional
Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X