Odong-odong Tertabrak Kereta, Penjaga Palang Pintu Jadi Tersangka

Kompas.com - 28/03/2014, 15:51 WIB
Kapolres Kendal AKBP Haryo Sugihhartono. Kompas.com/ Slamet PriyatinKapolres Kendal AKBP Haryo Sugihhartono.
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com - Polres Kendal, Jawa Tengah menetapkan Mustakfirin, penjaga palang pintu perlintasan Dukuh Sinom, Desa Karanganom, Kecamatan Rowosari Kendal, sebagai tersangka dalam kasus tertabraknya odong-odong (kereta mini) oleh kereta api Kaligung Mas, Rabu (19/3/2014) lalu.

Mustakfirin ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya, sehingga menyebabkan kecelakaan yang memakan korban jiwa.

Kapolres Kendal AKBP Haryo Sugihhartono mengatakan, sebelumnya, polisi telah memeriksa beberapa saksi, di antaranya, sopir odong-odong dan korban selamat.

“Hari ini, Mustakfirin, kami panggil ke Polres untuk dijadikan tersangka. Tapi belum ada rencana penahanan atau tidak. Sebab kami masih melihat perkembanagannya. Tersangka bisa kami tahan apabila menghilangkan barang bukti atau mencoba melarikan diri,” kata Haryo, Jumat (28/3/2014).

Haryo menjelaskan, dari pemeriksaan petugas, Mustakfirin sebenarnya telah menerima pemberitahuan dari petugas stasiun Krengseng Batang kalau akan ada kereta datang. Hal itu bisa dilihat dari catatan buku yang ada di pos perlintasan, baik yang ada di Krengseng Batang, maupun di Desa Karanganom.

“Kereta api yang lewat ada dua. Sebab saat ini relnya sudah ganda. Dari arah barat ke Timur, akan lewat kereta barang, dan kereta Kaliguis Mas datang dari arah Barat ke Timur. Namun baru kereta barang yang lewat, palang pintu sudah dibuka. Padahal masih ada satu kereta api lagi. Akibatnya, odong-odong lewat dan tertabrak,” ungkap Haryo.

Haryo menambahkan, akibat kelalaiannya itu, tersangka bisa dijerat Pasal 359 KUHPidana, dengan hukuman di atas 7 tahun penjara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Haryo menegaskan, dengan ditetapkannya penjaga palang pintu kereta api sebagai tersangka, maka pengemudi odong-odong, Nurul Fahmi, sudah dianggap tidak bersalah.

Nurul, hanya dianggap melanggar lalu lintas, yaitu mengemudikan odong-odong di jalan raya, dan mengubah bentuk kendaraan. “Odong-odong hanya boleh beroperasi di tempat wisata,” tambahnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, odong-odong (kereta mini) tertabrak kereta api Kaligung Mas di perlintasan kereta api Dukuh Sinom, Desa Karanganom, Kecamatan Rowosari Kendal. Dalam kecelakaan itu, Ramisih (60) warga Tempel Rt. 03/01 Bumiayu Weleri dan Arikah (5), warga Tempel Rt. 07 Rw. 03 Weleri Kendal, meninggal dunia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.