Jual Tiket Bekas, Modus Cari Untung Pegawai ASDP

Kompas.com - 24/03/2014, 14:16 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Sejumlah petugas Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) yang bekerja di dermaga penyeberangan Galala-Poka Kota Ambon ditengarai melakukan praktik terlarang untuk mencari keuntungan dari calon penumpang feri.

Caranya, para petugas ASDP kerap mengumpulkan tiket bekas dan kemudian menjualnya kembali kepada penumpang lain.

Menurut pengakuan sejumlah penumpang, modus ini telah dilakukan petugas ASDP sejak lama. “Mereka selalu menjual tiket bekas kepada kami, itu kami tahu dari tanggal berlakunya tiket. Tapi memang itu sudah dilakukan sejak lama, makanya kami tidak heran lagi,” kata Martin Manuhutu salah seorang mahasiswa Universitas Pattimura kepada wartawan, Senin (24/3/2014).

Martin mengaku, dalam perjalanan ke kampus setiap hari, dia dan teman-temannya selalu menggunakan jasa feri penyeberangan ini. "Biasanya karcis bekas yang dijual kepada kita,” ujar Martin.

Manajer Usaha ASDP Kota Ambon Syamsuddin Tanassy pun tidak membantah adanya praktik itu. Menurutnya, ASDP Kota Ambon telah mengetahui sejak lama kalau ada pegawai ASDP yang terlibat sebagai calo penjualan tiket bekas.

“Kami sedang menelusuri siapa oknum petugas yang terlibat.” kata Syamsuddin.

Syamsuddin mengaku, selama ini memang ada banyak laporan dari warga yang diterimanya terkait praktik tersebut. Dia juga mengatakan, laporan warga langsung ditindaklanjuti ke lapangan. Namun, hingga kini pihaknya belum mengidentifikasi siapa pelaku penjualan tiket bekas itu.

“Kami terus mengidentifikasi siapa-siapa pelakunya, dan saya tegaskan jika sampai ketahuan pasti akan ditindak tegas seuai aturan,” ancamnya.

Syamsuddin menjelaskan, sesuai aturan, tiket fery yang telah dibeli oleh penumpang harus disobek sesuai dengan kodenya, kemudian separuh bagian karcis yang disobek diberikan kepada penumpang, dan sebagian lagi sebagai laporan penjualan tiket.

“Itu aturnnya, jadi kalau ada ditemukan seperti itu tolong segera dilaporkan, kami juga meminta warga bisa membantu mengidentifikasi oknum-oknum petugas yang melakukan itu,” ungkap dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X