Kompas.com - 12/03/2014, 08:07 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hingga Selasa (11/3/2015) sore kemarin, kabut asap yang menyelimuti wilayah Provinsi Riau belum menunjukkan tanda-tanda akan berkurang. Kabut asap justru semakin pekat.

Hal itu berdampak tak hanya meliburkan anak-anak sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas—yang semakin diperluas ke enam kabupaten dan kota lain di Provinsi Riau—tetapi juga memperpanjang masa darurat asap.

Bupati Siak Syamsuar, saat dihubungi, mengatakan, enam kabupaten dan kota yang siswa TK hingga SMA-nya diliburkan itu adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, dan Kuantan Singingi. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru meliburkan semua siswa sejak Senin hingga Kamis (13/3/2014) besok.

Kini, kebijakan meliburkan sekolah diikuti oleh pengelola Universitas Riau dan Universitas Islam Riau. Bahkan, Kota Dumai dan Bagansiapi-api pun ikut meliburkan sekolah meski terbatas pada TK hingga kelas III sekolah dasar.

”Kondisi kabut asap di Siak sejak beberapa hari terakhir sudah berbahaya buat kesehatan. Kami meliburkan semua murid, kecuali pelajar SMA kelas III yang akan menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, siswa kelas III SMA itu masuknya menjadi pukul 09.00,” kata Syamsuar.

Menurut dia, pihaknya terus berupaya memadamkan titik-titik api yang menjadi penyebab kabut asap. ”Terus terang kami sangat kewalahan karena peralatan minim dan sumber air di lapangan juga sulit ditemukan,” ujar Syamsuar.

Asisten I Pemerintah Provinsi Riau Abdul Latif menyebutkan, kondisi darurat asap Riau diperpanjang untuk kedua kalinya selama 14 hari ke depan. Sebelumnya, Gubernur Riau Annas Maamun menetapkan kondisi darurat mulai 26 Februari sampai 12 Maret ini.

”Melihat kondisi kebakaran lahan dan hutan yang sampai saat ini masih belum dapat ditanggulangi, kami terpaksa memperpanjang kondisi tanggap darurat,” kata Latif. (SAH/ITA/ZAK/IRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.