Kompas.com - 06/03/2014, 23:41 WIB
Pintu masuk TNBTS di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kamis (6/3/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunPintu masuk TNBTS di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kamis (6/3/2014).
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah diminta menurunkan tarif wisata alam dengan kembali merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2014 tentang tarif wisata alam yang merupakan hasil revisi dari Pemerintah Nomor 59 tahun 1998 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) sektor kehutanan. Jika pemerintah tetap memberlakukannya, PP tersebut siap digugat ke Mahkamah Agung (MA).

"Kita akan menggugat ke MA soal ketidakadilan dan diskriminasi itu," kata Ketua Jurusan Pariwisata dan Perhotelan Pendidikan Vokasi, Universitas Brawijaya Malang, Ahmad Faidlal Rahman, Kamis (6/3/2014).

Faidlal mengatakan, PP yang ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 14 Februari lalu itu menyebabkan kenaikan harga tiket masuk wisata alam melonjak tiga kali lipat. Harga yang paling tidak masuk akal adalah tarif untuk wisatawan mancanegara.

"Harga tiket lebih mahal wisatawan mancanegara, fasilitas sama dengan wisatawan lokal yang membayar lebih murah," katanya.

"Saya heran apa dasar pemerintah menaikkan 300 persen harga tiket wisata ke Bromo, Sdmeru dan Tengger itu? Jika harga tiket dinaikkan, fasilitasnya harus beda," tambahnya kemudian.

Faidlal mengatakan, sektor pariwisata selalu mengandalkan pelayanan, kesopanan dan kenyamanan berwisata. Oleh karena itu, jika pelayanan berupa fasilitas, dia khawatir citra wisata alam di Indonesia akan buruk di mata dunia.

Menurut Faidlal, alasan pemerintah untuk mengendalikan jumlah wisatawan mancanegara dan lokal bisa diatasi dengan membatasi kunjungan setiap harinya.

Sebelumnya diberitakan, PP Nomor 12 tahun 2014 akan diberlakukan pada 1 Mei mendatang. PP tersebut di antaranya memuat kenaikan harga tiket masuk ke Gunung Bromo, Tengger dan Semeru hingga tinga kali lipat.

Kenaikan paling terasa untuk wisatawan mancanegara, yaitu dari Rp 72.500 menjadi Rp 267.500 per orang. Untuk tiket pada hari libur bagi wisatawan mancanegara naik dari Rp 72.500 menjadi Rp 640.000. Sementara itu, tiket masuk untuk wisatawan lokal pada hari biasa naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 37.500 per orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.