Kompas.com - 28/02/2014, 20:00 WIB
Suprapto (33) warga Dusun Jetak, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo menunjukkan foto istrinya yang diduga jari kirinya dipotong majikannya di Hongkong, Jumat (28/2/2014). Surya/sudarmawanSuprapto (33) warga Dusun Jetak, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo menunjukkan foto istrinya yang diduga jari kirinya dipotong majikannya di Hongkong, Jumat (28/2/2014).
EditorFarid Assifa

PONOROGO, KOMPAS.com — Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali menjadi korban penganiayaan majikan di Hongkong. Korbannya kali ini adalah Anis Andriani (25), yang baru 17 Februari 2014 lalu tiba di Hongkong.

Korban mengalami cacat tangan jari kiri karena diduga dipotong majikannya hingga nyaris putus. Kini korban masih berada dalam perawatan rumah sakit di Hongkong.

Dugaan penganiayaan ini disampaikan suami korban, Suprapto (33), warga RT 02, RW 01, Dusun Jetak, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Suprapto mengungkapkan, peristiwa itu bermula pada Senin (24/2/2014) pagi. Saat itu, anjing milik majikannya masuk ke rumah dan menggonggong. Majikannya bernama Ngan Suk Wai.

Anis lantas mencoba mengusir anjing tersebut keluar rumah dengan sapu lantai. Namun, anjing tersebut justru semakin keras dan kencang menggonggong.

Saat itu, di dalam rumah tersebut, hanya ada Anis dan majikan perempuannya yang sedang tidur pulas di kamar.

Karena merasa berisik, majikan perempuan terbangun dari tidurnya. Saat bangun, majikan perempuan itu langsung memaki Anis.

Diduga, korban tidak paham dengan omongan majikan barunya itu. Apalagi, korban baru beberapa hari di Hongkong.

Seketika itu, majikan langsung menarik tangan kiri korban menuju ke dapur. Majikan korban langsung mengambil pisau dalam laci, tangan korban diletakkan di tatakan memasak dan dipotong.

"Mungkin dirasa mengganggu tidur majikannya. Seusai dipotong, jarinya yang nyaris putus berusaha disambung lagi. Selanjutnya, hanya dicuci pakai air keran oleh istri saya," paparnya.

"Meski sakit, istri saya tidak berani menangis. Baru sekitar lima menit majikan perempuan itu keluar rumah, istri saya merintih kesakitan," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X