Biaya Pengobatan Korban Erupsi Kelud Ditanggung Pemerintah

Kompas.com - 23/02/2014, 13:28 WIB
Pengungsi korban erupsi Gunung Kelud di pos pengungsian Balai Pamitran Gereja Jawi Wetan Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (17/2/2014). Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimPengungsi korban erupsi Gunung Kelud di pos pengungsian Balai Pamitran Gereja Jawi Wetan Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (17/2/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KEDIRI, KOMPAS.com — Para korban erupsi Gunung Kelud di Kota Kediri, Jawa Timur, bisa sedikit lega sebab pemerintah setempat akan menanggung biaya pengobatan mereka.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Kediri, Jawadi, mengatakan, penggratisan biaya itu diberlakukan di rumah sakit milik pemerintah maupun puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Kediri.

Ketentuan tanpa biaya itu, Jawadi menambahkan, khusus untuk korban yang dirawat di layanan kelas III maupun rawat inap yang ada di puskesmas. "Untuk para korban yang dirawat di kelas II misalnya, selisih biayanya ditanggung yang bersangkutan sendiri," kata Jawadi pada Kompas.com, Minggu (23/2/2014).

Pemerintah, dia mengungkapkan, telah menyiapkan anggaran tanggap darurat sebesar Rp 500 juta. Dana tersebut untuk menanggulangi beban masyarakat akibat bencana yang melanda. Untuk ganti rugi kerusakan bangunan akibat abu vulkanis, kata Jawadi, saat ini dalam pendataan.

Nantinya data tersebut akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk tindak lanjutnya. "Senin nanti berkasnya akan dikirim," pungkasnya.

Kota Kediri memang bukan wilayah peta rawan bencana erupsi Kelud. Saat erupsi Kelud 13 Februari 2014 lalu, kota ini hanya terdampak material vulkanik. Para korban yang ada adalah warga masyarakat yang jatuh dari atap rumah saat membersihkan abu vulkanis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X