Kompas.com - 18/02/2014, 09:48 WIB
Berdera Partai Demokrat penuhi jalanan Malang dan Kota Batu, menyambut kedatangan Presiden SBY mengunjungi korban letusan gunung Kelud. Hal tersebut menuai kritik. Selasa (18/2/2014). KOMPAS.com/Yatimul AinunBerdera Partai Demokrat penuhi jalanan Malang dan Kota Batu, menyambut kedatangan Presiden SBY mengunjungi korban letusan gunung Kelud. Hal tersebut menuai kritik. Selasa (18/2/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com — Bendera Partai Demokrat yang memenuhi sisi jalan di Kota Malang dan Kota Batu menuai kritik. Keberadaan bendera-bendera itu adalah untuk menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Malang.

Bambang Dwi Prasetyo, ahli komunikasi politik dari Universitas Brawijaya Malang, Selasa (18/2/2014), menegaskan, kunjungan Presiden ke Malang bukan atas nama partai, melainkan terkait tugas kenegaraan. Presiden bakal menemui korban erupsi Gunung Kelud di pengungsian, di Kota Batu dan Pujo, Kabupaten Malang.

Saat ini, di sepanjang jalan di Kota Malang hingga Kota Batu, menjamur bendera Partai Demokrat, mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.

"Itu adalah sikap nepotisme sistem. Hanya politik simbol tidak berbasis kinerja. Seharusnya tidak demikian. Bendera merah putih malah tak dipasang," kata Bambang lagi.

Tujuan pemasangan bendera Partai Demokrat tersebut memang sudah lumrah dilakukan partai politik, terlebih menjelang pemilu.

"Bendera itu dipasang di jalanan, untuk menunjukkan bahwa pemimpinnya sangat peduli pada korban bencana," kata Bambang. "Hal itu (juga) sebagai simbol memberitahukan pada rakyat, jika pemimpinnya dari Partai Demokrat," sambung Bambang.

Namun, Bambang tetap menilai, apa yang dilakukan Partai Demokrat tidak etis. Partai Demokrat hanya mau mencari pengakuan semata pada rakyat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hanya pencitraan publik karena bukan acara Kongres Partai Demokrat. Jika kongres, tidak masalah. Persoalannya, kunjungan kenegaraan bukan atas nama partai," kata dia lagi.

Seharusnya, pihak terkait yang melihat menjamurnya bendera Partai Demokrat itu bersikap tegas. "Bendera merah putih yang dipasang, bukan malah bendera partai. Ya, inilah kondisi partai politik di Indonesia, yang hanya membangun pencitraan, bukan berbasis kinerja," kata dia lagi.

Sementara itu, Presiden bakal ke Malang untuk mengunjungi pengungsi korban abu vulkanik letusan Kelud yang ada di GOR Ganesha, Kota Batu, dan Kecamatan Pujo, Kabupaten Malang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.