Hujan Abu Lumpuhkan Aktivitas di Yogyakarta

Kompas.com - 14/02/2014, 10:13 WIB
KOMPAS.com/Wijaya kusuma Mobil swiper saat membersihkan dalnsasan bandara dari abu vulcanik gunung kelud
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hujan abu vulkanik Gunung Kelud yang mulai menyelimuti Yogyakarta sejak pukul 02.50 WIB melumpuhkan aktivitas sebagian warga.

Bahkan kegiatan belajar mengajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi diliburkan.

"Keputusan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah diambil dengan pertimbangan keselamatan siswa dan guru," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Arif Haryono, Jumat (14/2/2014) pagi.

Dampak hujan abu ini bisa membahayakan kesehatan siswa dan guru. "Kondisi jalanan juga berbahaya karena licin dan jarak pandangnya terbatas," tegasnya.

Arif mengungkapkan, pengumuman libur ini disampaikan lewat beberapa lembaga sekolah dan kepala sekolah. Hingga saat ini, dia belum bisa memastikan sampai kapan libur sekolah.

"Kita masih akan melihat perkembangan informasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang," tandasnya.

Arif mengimbau, jika situasi sudah kembali normal, para guru dan siswa secara bersama-sama bekerja bakti membersihkan lingkungan sekolah masing-masing sehingga bisa kembali mendukung untuk aktivitas belajar mengajar.

"Kegiatan itu sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada siswa mengenai kebersihan lingkungan," kata dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X