Kompas.com - 02/01/2014, 19:57 WIB
Ilustrasi korupsi KOMPASIlustrasi korupsi
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com - Selama tahun 2013, Polresta Samarinda menangani empat kasus korupsi di Kota Samarinda. Keempat kasus korupsi tersebut merupakan dana pemerintah yang diberikan kepada lembaga maupun sekolah.

Keempat kasus tersebut terdiri dari satu kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kota Samarinda untuk sebuah sekolah. Lalu tiga kasus lainnya adalah dana hibah dari Pemprov Kaltim tahun anggaran 2011.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Feby DP Hutagalung menjelaskan, total kerugian negara mencapai Rp 2 miliar. Modus yang digunakan penerima dana ini adalah membuat laporan pertanggungjawaban fiktif.

“Jadi, mereka membuat laporan seolah-olah ada kegiatan, namun setelah kita kroscek, kegiatan itu fiktif atau tidak pernah dilaksanakan,” kata Feby, Kamis (2/1/2014).

Feby kemudian merinci kerugian negara, yakni untuk kasus BOS, dana yang ditilep mencapai Rp 800 juta. Sedangkan untuk dana hibah, jika dikalkulasi kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar.

Dari empat kasus ini, polisi sudah menetapkan tujuh tersangka. Kasus korupsi BOS terdapat dua tersangka, sedangkan untuk dana hibah ada lima tersangka, kata Feby.

Dana BOS yang ditilep adalah dana bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk SMK Negeri 10 Samarinda. Dari kasus ini, polisi menetapkan kepala sekolah dan bendahara menjadi tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Proses penyelidikan masih terus kita lakukan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Bisa saja tersangka nantinya adalah pegawai di Dinas Pendidikan, itu tergantung penyelidikan kami,” katanya.

Sedangkan untuk kasus korupsi dana hibah dari Pemprov Kaltim yang disalahgunakan oleh penerimanya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aini, dan Koperasi Pembudidayaan Jamur. Satu kasus dana hibah masih menunggu penghitungan kerugian negara oleh BPKP.

Lemahnya pengawasan dari pemberi bantuan menjadi celah bagi penerima bantuan untuk melakukan tindak pidana korupsi. “Kami sinyalir, pengawasan dari KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) kurang. Laporan pertanggungjawaban tidak dicek ke lapangan oleh pemerintah,” kata Feby.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.