Kompas.com - 04/12/2013, 22:33 WIB
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam sesi wawancara bersama Kompas.com di kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESKetua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam sesi wawancara bersama Kompas.com di kantor Komnas Perlindungan Anak, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Banyaknya jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Jawa Barat harus ditanggapi serius oleh Gubernur Ahmad Heryawan. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait, mengatakan, Gubernur Jabar harus secepatnya mencanangkan program kota/kabupaten layak anak di seluruh wilayah Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jawa Barat menduduki urutan tertinggi ketiga jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Dari 21 juta kasus kekerasan terhadap anak di seluruh Indonesia, sebanyak 6,5 juta kasus atau 38 persen terjadi di Jawa Barat.

"Harapannya, kalau itu (kota/kabupaten layak anak) dicanangkan, kejahatan terhadap anak bisa berkurang. Kalau tidak dicanangkan, maka kasus tidak akan pernah berhenti," kata Arist di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (4/12/2013).

Arist mengakui memang sulit untuk benar-benar menghilangkan kasus kekerasan terhadap anak. Minimal, kata Arist, pemerintah provinsi bisa mendorong seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat mengambil langkah awal sebagai ancang-ancang menuju kota/kabupaten layak anak.

"Saya rasa kita harus dukung untuk menuju kota/kabupaten layak anak. Kalau tidak, itu bersifat pengabaian dan pelanggaran," tuturnya.

Arist menjelaskan, ada 18 indikasi untuk menjadi kota/kabupaten layak anak. Dari 18 indikasi tersebut di antaranya adalah tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kemiskinan; tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan dan; tidak ada lagi anak yang ditolak ketika berobat di rumah sakit.

Selain itu, kota atau kabupaten juga menyiapkan ruang terbuka hijau untuk tempat bermain gratis dan menyediakan trotoar dan bus untuk anak-anak sekolah. "Anak juga punya hak untuk didengar pendapatnya. Untuk itu perlu juga adanya forum-forum untuk dijadikan bahan pertimbangan para pengambil kebijakan," bebernya.

Arist pun meminta kepada Gubernur Jabar untuk mengambil contoh beberapa kota yang sudah lebih dahulu mencanangkan diri sebagai kota layak anak. Salah satu kota yang telah menyanangkan diri adalah kota Surakarta atau Solo.

"Sewaktu menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi dulu pernah mencanangkan Solo sebagai kota layak anak. Hingga saat ini Solo sering dijadikan orientasi banyak pejabat untuk melihat kondisi kota layak anak," tuturnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.