Kompas.com - 04/12/2013, 13:58 WIB
Ilustrasi: Sabu. SHUTTERSTOCKIlustrasi: Sabu.
|
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Johanes Tangkudung mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu kedalam ruang sel tahanan.

"Iya benar, petugas kami berhasil menemukan sabu yang dibawa oleh pengunjung," ujar Tangkudung yang ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Rabu (4/12/2013).

Tangkudung menjelaskan bahwa pada Sabtu (30/11/2013) pekan lalu, seorang pengunjung datang membawa kebutuhan sehari-hari bagi rekannya yang menjadi narapida di Lapas Manado.

Karena waktu berkunjung sudah lewat, bawaan pengunjung itu dititip ke petugas Lapas yang berjaga. "Waktu itu dia datang sudah pukul 15.30 WITA. Barangnya berupa sampo cair dalam botol, odol, sikat gigi dan uang sejumlah Rp. 35.000. Petugas kami lalu memeriksa barang-barang itu, sebagai bagian dari protap (prosedur tetap-red)," jelas Tangkudung.

Saat diperiksa, petugas curiga dengan botol sampo cair tersebut. Petugas melihat ada bayangan di dalam cairan sampo itu. Botol itu pun digeledah, di dalamnya terdapat lakban yang digulung mirip lintingan tembakau. Di dalam paket tersebut terdapat bubuk putih yang diduga sabu-sabu.

Ketika petugas mengetahui bahwa sampo tersebut untuk menyembunyikan barang terlarang, pembawa barang itu sudah pulang. "Napi yang dititipi namanya Michael Mende, dia merupakan napi kasus ganja dengan hukuman 10 tahun. Kami sudah periksa, dan katanya dia tidak kenal dengan pengunjung tersebut. Kasus ini sudah diserahkan ke pihak polisi," tegas Tangkudung.

Tangkudung juga menjelaskan  kejadian seperti ini sering ditemui. Berbagai modus dilakukan oleh pengunjung untuk memasukan barang terlarang tersebut. Oleh karena itu pihaknya terus memperketat protap pemeriksaan dan penggeledahan kepada setiap pengunjung yang datang. Razia juga dilakukan secara terus menerus didalam blok sel.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini Lapas Kelas IIA Manado menampung 552 narapidana, 35 di antaranya merupakan napi kasus narkoba. Beberapa napi narkoba tersebut merupakan warga negara asing dengan hukuman diatas sepuluh tahun. Mereka ditangkap ketika mencoba memasukan narkoba melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Dalam beberapa kesempatan, Badan Narkotika Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Utara memperingatkan bahwa Sulut kini sudah menjadi salah satu target utama jaringan narkotika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X