Kompas.com - 28/11/2013, 16:56 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui dinas terkait telah menemukan lima belas perusahaan pasir besi bandel. Sejumlah perusahaan itu nekat beroperasi melakukan penambangan dan berupaya menjual pasir besi ke pasar gelap, meski status pertambangan itu masih ditutup oleh pemerintah setempat.

Kepala Bidang Pertambangan Distamben Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi mengatakan, adanya 15 perusahaan ilegal itu bersamaan temuan puluhan truk pasir besi yang diamankan kepolisian Kamis (28/11/2013) dini hari tadi. Menurutnya, seluruh perusahaan itu akan mendapatkan sanksi karena telah melanggar peraturan pemerintah melalui SK Bupati Tasikmalaya tentang moratorium pasir besi.

"Dari lima belas (perusahaan pasir besi, red) itu, ada tujuh perusahaan yang dihentikan paksa izin pertambangan pasir besinya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya," kata Asep, Kamis (28/11/2013).

Asep menambahkan, pemerintah telah berencana akan membuka kembali pertambangan pasir besi dalam waktu dekat ini, dengan syarat pasir besi diekspor oleh perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah dan memiliki kuota ekspor. Tujuannya, supaya pajak dan royalti pasir besi ini masuk ke kas daerah.

"Ini belum ada SK Bupati tentang pembukaan tambang, sudah banyak perusahaan yang tidak ditetapkan pemerintah, beroperasi. Diperkirakan pada Desember nanti akan ada keputusan dibuka kembali pasir besi dengan beberapa syarat tertentu," tambah Asep.

Selama pemberlakuan penutupan tambang pasir besi ini, kata Asep, pemerintah hanya memberi izin kepada perusahaan yang ditunjuk untuk mengolah dan mengumpulkan pasir besi, sisa yang menumpuk di stock file, untuk persiapan ekspor. Itu pun sampai sekarang belum dilaksanakan ekspor, karena masih menunggu penetapan SK Bupati tentang pembukaan tambang.

"Kalau enggak salah, ekspor oleh perusahaan yang ditetapkan pemerintah akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang," ujar Asep.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Mundar mengatakan, pihaknya telah mengamankan puluhan truk pasir besi yang melintas di wilayah perkotaan akibat kelebihan tonase. Banyaknya angkutan pasir besi ini menunjukkan maraknya kembali penambangan ilegal di kawasan pesisir Selatan Tasikmalaya. Padahal, sampai sekarang penambangan itu masih belum dibuka kembali oleh pemerintah setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.