Bank Aceh Dihukum Beri Rp 3,5 Miliar kepada Nenek 65 Tahun

Kompas.com - 28/11/2013, 13:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorKistyarini

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Bank Aceh dihukum mengganti uang sebesar Rp 3,6 miliar milik nasabahnya, Syarifah Nurhayati. Demikian putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Rabu (27/11/2013).

Uang di tabungan milik perempuan berusia 65 tahun itu dibobol petugas customer service Bank Aceh pada tahun 2009.

Putusan pengadilan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sabang (PN Sabang) yang mengabulkan sebagian gugatan Syarifah Nurhayati. Adapun jumlah yang harus dibayar pihak Bank Aceh Rp 3,6 miliar lebih. Ini karena sudah termasuk bunga dari tabungan Rp 552 juta lebih.

"Tetapi tergugat I (Kepala PT Bank Aceh Cabang Sabang) dan tergugat II (Direktur Utama PT Bank Aceh) mengajukan kasasi ke MA RI atas putusan banding majelis hakim PT Banda Aceh, 27 Agustus 2013 ini," kata suami Syarifah Nurhayati, Sayed Jamaluddin, Kamis (28/11/2013).

Bahkan, menurut Sayed, kuasa tergugat sudah menyerahkan memori kasasi perkara ini melalui PN Sabang, 22 Oktober 2013. Karena itu, Saifuddin Gani selaku kuasa hukum tergugat juga telah menyerahkan memori kontra kasasi melalui PN Sabang.

Sayed menyatakan sangat kecewa karena Bank Aceh masih mengajukan kasasi dan belum bersedia membayar tabungan istrinya. Sementara itu, nilai uang semakin lama semakin merosot.

Dalam memori kasasi Darwis selaku kuasa hukum tergugat, yang diperlihatkan oleh Sayed, antara lain ditulis bahwa seharusnya tergugat I dan II hanya sebagai pihak yang turut tergugat, bukan sebagai tergugat utama yang melanggar hukum.

Ini karena berdasarkan fakta persidangan, tergugat III (Sri Rezeki) saja yang melanggar SOP, sementara tergugat I dan II tidak termasuk. "Sudah selayaknya pembebanan ganti rugi hanya dibebankan kepada tergugat III," tulis Darwis.

Seperti diberitakan, Sri ditetapkan sebagai tersangka, 20 Juli 2011, karena menarik Rp 9 miliar lebih tabungan milik 42 nasabah. Namun, Bank Aceh sudah mengembalikan tabungan nasabah lain, kecuali Syarifah.

Sri bisa mencairkan uang karena para nasabah memercayainya sehingga mereka sering menitipkan buku tabungan dan deposito kepadanya. Sri, dalam jawabannya menanggapi gugatan Syarifah, mengakui perbuatannya. Namun, ia tak sendiri dalam melakukan hal itu, tetapi dibantu oleh karyawan lain di bank itu. (sal)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.