Kompas.com - 07/11/2013, 14:10 WIB
Putri, korban ditabrak polisi, sedang dipapah ibunya untuk berjalan. Kompas.com/ Raja UmarPutri, korban ditabrak polisi, sedang dipapah ibunya untuk berjalan.
EditorKistyarini

BANDA ACEH, KOMPAS.com
 — Setahun ini, Putri Shara (13), siswa kelas II MTs Negeri 2 Banda Aceh, Aceh, tak bisa bersekolah. Kaki kiri patah, tulang pinggul remuk, dan kandung kemihnya rusak setelah mobil patroli polisi menabrak motornya. Ironisnya, polisi menjadikannya tersangka. Sebuah pelajaran mahal untuk Putri menanti keadilan.

Saat peristiwa terjadi pada 4 November 2012, Putri yang memang belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM) dan tanpa memakai helm, memboncengkan temannya, Anayah (13), berkunjung ke rumah rekannya di desa lain.

Di persimpangan Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Putri membelokkan motornya ke kiri, melawan arus. Saat itulah, mobil patroli polisi yang melaju kencang dan dikemudikan Brigadir Satu (Briptu) M Haikal (27), anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh, menabraknya.

”Saat itu, Putri sebenarnya baru belok sedikit. Setelah ditabrak, Putri tak ingat apa-apa. Putri pingsan,” ujar Putri, anak kedua pasangan Tarifuddin (46) dan Mursyida (36), yang kini berjalan dengan kruk sembari dipapah ibunya, Rabu (6/11).

M Zaki (35), paman Putri, menambahkan, para saksi yang melihat kejadian menyebutkan, tubuh keponakannya itu terlempar hingga membentur kap mobil patroli. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarainya terlontar 10 meter dari lokasi kejadian. ”Briptu Haikal tak langsung menolong Putri. Dia baru menolong ketika banyak orang ribut dan mau membawanya ke RS Permata Hati,” tutur Zaki.

Karena lukanya parah, Putri dirujuk ke RS Fakinah. Dengan alasan air seninya sudah naik ke lambung, dokter hanya mengoperasi kandung kemihnya. Untuk tulang panggul dan kakinya yang hancur, dokter menyerah.

Butuh Rp 120 juta

Dua minggu kemudian, keluarganya membawa Putri ke rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, untuk penyembuhan tulang panggul dan kakinya. Ternyata, dokter rumah sakit itu juga angkat tangan karena tulang yang rusak sangat parah. Tak menyerah dengan kondisi putrinya, Mursyida lalu membawa Putri ke sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia. Mursyida pun terpaksa menjual barang berharga, mulai dari mobil hingga perhiasan, senilai Rp 30 juta lebih. Namun, Putri masih belum bisa sembuh.

Ternyata, rumah sakit di Penang sanggup mengoperasi Putri asalkan disediakan dana Rp 120 juta. Saat itu, giliran keluarga Putri yang tak mampu. Hingga kini, Putri belum juga dioperasi. Sementara itu, keluarganya semakin menderita. Apalagi, penyakit diabetes yang diderita sang ayah, anggota Polsek Sektor Kuta Alam berpangkat ajun inspektur satu, membuat kakinya diamputasi. Putri dan ayahnya, kini, sama-sama tak bisa berjalan.

Sekitar akhir November 2012, Haikal menemui ayah Putri di rumah sakit. Waktu itu, Tarifuddin meminta Haikal bertanggung jawab dan membantu pengobatan Putri sampai sembuh. Haikal menyanggupinya. Awal Desember 2012, Haikal meminta Tarifuddin menandatangani surat perjanjian.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X