Selain Pocong, Ini Nama Aneh Lain di DPT Singkawang

Kompas.com - 30/10/2013, 22:16 WIB
Ketua Divisi Sosialisasi KPU Singkawang, Erwin Irawan (kanan) berfoto bersama Pocong (tengah) dan pengurus RT setempat di kediaman Pocong, Pangkalan Batu, Rabu (30/10/2013). TRIBUN PONTIANAK/NAZARUDDINKetua Divisi Sosialisasi KPU Singkawang, Erwin Irawan (kanan) berfoto bersama Pocong (tengah) dan pengurus RT setempat di kediaman Pocong, Pangkalan Batu, Rabu (30/10/2013).

SINGKAWANG, KOMPAS.com — Pocong, seorang warga Singkawang, Kalimantan Barat, yang dicoret dari daftar pemilih tetap KPU setempat karena namanya aneh, ternyata memiliki marga (siang) di depan namanya, yaitu Tjhai. Namun, marga yang didapat dari orangtuanya tersebut dihapus sejak 2009 lalu.

Ketika dimintai tanggapan, Pocong tak mempersoalkan hal tersebut. Selama ini, dirinya juga merasa tidak punya masalah mengenai namanya. "Tak pernah ada yang nanya. Biasa saja," ungkap Pocong.

Terkait pemilihan umum, dia mengaku selalu ikut menggunakan hak pilihnya, termasuk pada pemilihan wali kota beberapa waktu lalu. "Setiap ada pemilu, saya pasti ikut. Ini kartu pemilih saya," ungkapnya lantas menunjukkan kartu pemilih miliknya.

Selain Pocong, ada nama warga lainnya yang terbilang aneh, dia adalah Garam. Dia juga masuk ke DPT KPU Singkawang. Garam yang tinggal cukup jauh dari Pangkalan Batu juga mengenal Pocong. Menurutnya, Pocong memang sudah lama tinggal di tempat tersebut.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 1, Pangkalan Batu, Kelurahan Sagatani, Singkawang Selatan, Subroto, mengungkapkan, nama-nama seperti Pocong dan lainnya sudah menjadi hal biasa. Menurutnya, pemberian nama itu terkait dengan kepercayaan masyarakat.

"Tahun 2009, waktu kita mengurus identitas diri, marganya dihapus. Saat itu, kata orang capil (Disdukcapil) ada aturannya," jelas Subroto.

Dia juga menjelaskan, di Kampung Rantau, ada warga yang suaminya bernama Paler, sementara istrinya, Entet. Kedua nama tersebut merupakan bahasa daerah dari alat kelamin pria dan wanita. Saat ini, lanjut Subroto, kedua suami istri ini sudah dikaruniai cucu.

"Kalau di Kampung Rantau, itu sudah biasa. Di sini juga sudah biasa. Kadang, kalau salah memberi nama anak itu bisa sakit. Namanya memang begitu. Kita mau memanggilnya memang agak tidak enak. Tapi, mau bagaimana lagi, namanya memang itu," jelas Subroto.

Mengenai Pocong, Subroto mengatakan memang ia sudah dikenal oleh masyarakat sekitar. Selama ini, Pocong tak pernah membuat masalah di lingkungannya. "Orangnya memang tak mau merepotkan orang lain. Dia juga selalu sehat. Kalau sakit, paling hanya demam," ungkap Subroto.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Singkawang, Erwin Irawan, menjelaskan, nama Pocong sudah muncul dalam DPT sejak tahun 2004. Namanya juga terdata pada Pemilu 2009 yang lalu.

"Petugas pemutakhiran data juga datang langsung menempelkan stiker di rumahnya. Jadi, kita tetap memasukkan namanya," ungkap Erwin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Kronologi Kaburnya 7 Napi Setelah Bobol Tahanan Polsek Peusangan Bireuen

Regional
Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Di Balik Kisah Pernikahan Rp 5,6 Juta dan Cincin Kawin Meteorit, Mimpi yang Tercapai

Regional
13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

13 Korban Masih di RS, Polisi Kesulitan Usut Kasus Tabrakan Rombongan Pengantin di Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X