Kompas.com - 24/10/2013, 20:52 WIB
Truk Tronton ini mengalami tabrakan dua kali dalam sehari. mengakibatkan dua orang meninggal, dan sembilan orang luka-luka KOMPAS.com / YOVANDA NONITruk Tronton ini mengalami tabrakan dua kali dalam sehari. mengakibatkan dua orang meninggal, dan sembilan orang luka-luka
|
EditorKistyarini

SAMARINDA, KOMPAS.com – Sebuah truk tronton bernopol KT 8887 BG menabrak satu bus dan tujuh sepeda motor di Simpang Empat Karang Paci, tepatnya di Jalan Tengkawang, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/10/2013) pukul 17.00 Wita.

Kecelakaan itu mengakibatkan dua pengendara sepeda motor tewas dan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka. Dua korban meninggal bernama Josua dan Sutarman. Para korban luka kini dirawat di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, truk tronton merah yang dikemudikan Suriyanto itu melaju kencang dari arah Jalan MT Haryono, menuruni kawasan Gunung Simpang Empat, Karang Paci.

Dari situ, truk tersebut membelok ke kiri menuju Jalan Tengkawang. Namun truk itu lepas kendali dan menghantam jalur sebelah kanan, sementara di jalur tersebut banyak sepeda motor yang tengah berhenti karena lampu merah.

Suriyanto yang panik berusaha mengerem truknya, namun ternyata remnya blong. Truk itu pun menabrak bus dan menyeret motor-motor yang berhenti di lampu merah tersebut. Truk itu kemudian menabrak pagar pembatas kantor Dinas Pekerjaan Umum Kaltim.

Suriyanto nyaris dihajar massa yang berada di lokasi kecelakaan. Namun dia diamankan petugas keamanan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan polisi yang datang tidak lama setelah kejadian.

Menurut seorang saksi mata, Fendi, pengendara sepeda motor yang saat itu berada di belakang bus, mengaku nyaris tersambar truk. “Kejadiannya cepat sekali, karena lampu merah menyala saya harus berhenti. Di depan saya ada bus angkutan karyawan batubara. Bus itulah yang ditabrak duluan. Kalau tidak ada bus itu, saya pasti ikut tertabrak,” jelasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saksi mata lainnya, Rudje Saputra mengatakan, sebelum menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Tengkawang, truk itu sudah menabrak becak dan gerobak di Jalan Suryanata Air Putih. “Truk ini sial dua kali. Pertama menabrak rombong dengan gerobak di Air Putih sekitar jam 4.30 tadi. Supirnya sudah berurusan dengan warga Air Putih dan truk diparkir di kawasan Rawa Indah. Setelah urusan selesai, truk itu jalan lagi, dan berselang satu jam malah tabrakan lagi,” terangnya.

Dikatakan Kasatlantas Polresta Samarinda Didik Hariyanto, dugaan kecelakaan kali ini masih dalam penyelidikan, dugaan sementara penyebab kecelakaan karena rem blong. “Saat ini sopir truk tersebut sudah dibawa ke Polresta Samarinda untuk pemeriksaan selanjutnya,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X