Kompas.com - 21/10/2013, 13:53 WIB
GKR Hayu melaksanakan siraman di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Sementara, KPH Notonegoro di Kagungan Dalem Kesatriyan. KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaGKR Hayu melaksanakan siraman di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Sementara, KPH Notonegoro di Kagungan Dalem Kesatriyan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Usai proses "nyantri" di Dalem Kasatriyan, putri Raja Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu yang menikah dengan KPH Notonegoro mengikuti prosesi siraman di dua tempat berbeda, Senin (21/10/2013).

GKR Hayu melaksanakan siraman di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Sementara, KPH Notonegoro di Kagungan Dalem Kesatriyan. Sedangkan air yang digunakan untuk siraman kedua mempelai khusus diambil dari tujuh sumber mata air, yang berasal dari dalam Keraton Ngayogyakarta.

"Sekarang prosesi 'nyantri' hanya hitungan jam, lalu dilanjutkan dengan siraman. Dulu sewaktu pernikahan GKR Bendaro satu hari satu malam," tutur Putri pertama Sri Sultan HBX, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun.

Prosesi Siraman GKR Hayu, diawali dengan doa oleh Nyai Kangjeng Raden Penghulu Dipodiningrat. Kemudian acara dilanjutkan dengan siraman pertama oleh GKR Hemas, dilanjutkan GKR Pembayun, GBR Ayu Murdokusumo, dan BR Ayu Pruboyo.

Akhir prosesi siraman ditutup dengan muloni wudhu dan doa yang dipimpin Nyai Kangjeng Raden Penghulu Diponingrat.

Selesai di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton, GKR Hemas diikuti GKR Pembayun, GKR Condrokirono, para GBR Ayu dan para Garwa atau janda siteri GBP Harya, berjalan menuju Kagungan Dalem Kasatriyan untuk mengikuti Upacara Siraman Temanten Kakung.

Prosesi siraman KPH Notonegoro, diawali oleh GKR Hemas didampingi GK Pembayun diikuti ibunda serta sesepuh putri dari KPH Notonegoro. Sama halnya dengan prosesi GKR Hayu, acara siraman ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nyai Kangjeng Raden Penghulu Diponingrat.

Usai prosesi Siraman mempelai laki-laki, GKR Hemas lalu berpamitan untuk kembali ke Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton. Setelah selesai serangkaian acara Siraman, pasang Tarub, dan menghias tempat, semua yang hadir diberi jamuan makan siang untuk beristirahat.

Sementara itu, prosesi "Royal Wedding" selanjutnya kembali digelar pukul 18.30 Wib yaitu Tantingan dan Midodareni. Prosesi digelar di Kagungan Dalem Gedhong Proboyeksi dan Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X