Kompas.com - 21/10/2013, 09:48 WIB
Salah satu sudut di lokalisasi Pulai Baai saat siang hari. KOMPAS.com/ FirmansyahSalah satu sudut di lokalisasi Pulai Baai saat siang hari.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB, saat kawasan eks lokalisasi Pulau Baai yang terletak di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, mulai ramai dengan "geliatnya".

Pemerintah daerah setempat memang menyebutnya sebagai kawasan "eks lokalisasi", tetapi dalam kenyataannya, tempat itu masih merupakan area pelacuran, dan bahkan tumbuh subur hingga kini.

Masuk ke kawasan ini harus dilakukan dengan perjuangan berat. Pasalnya, pengunjung harus melintasi jalan berlumpur dan berbatu. Sengaja, lintasan menuju lokasi itu tidak pernah diaspal, sehingga siapa pun yang masuk ke kawasan tersebut memang dipastikan ingin "berbelanja" di rumah-rumah bordil yang ada di dalamnya.

Setelah sekira 10 menit perjalanan melintasi jalan yang rusak, sebuah portal penjagaan akan menyambut kedatangan pengunjung. Ada tak kurang dari lima pria berperawakan besar yang berjaga di portal itu. Mereka adalah petugas keamanan, dan pengunjung diharuskan membayar Rp 20.000 untuk tiap kendaraan yang akan masuk.

Berjarak 20 meter dari portal itu, pengunjung akan menemukan pos parkir. Lagi-lagi, mereka harus membayar Rp 10.000 untuk satu kali parkir. "Ini jasa parkir Mas," timpal salah seorang penjaga pos parkir itu sambil mengembuskan asap rokok.

Setelah lepas dari dua pos penjagaan itu, barulah akan terdengar entakan musik serta kerlap-kerlip lampu khas rumah-rumah bordil, yang berjejer layaknya sebuah perkampungan penduduk.

Konon, lokalisasi ini menampung hingga 300 pekerja seks komersial. Di dalam lokalisasi itu, para wanita penjaja seks terlihat duduk bercengkrama atau mengutak-utik gadget di teras rumah. Mereka mengenakan pakaian seksi dan mini. Beberapa dari mereka bahkan tanpa malu terlihat bercumbu mesra dengan para tamu. 

"Mas, mampir dong, sini Rani temenin," kata salah seorang PSK mencoba menghentikan motor. Tampilan Rani sangat menggoda, celana pendek katun warna putih dan lingerie merah, menggoda lelaki yang bertamu ke sana.

Beberapa mobil dan motor tampak lalu lalang mencari tempat yang dirasa tepat. Biasanya, saat pelanggan menghentikan mobil atau motornya di depan sebuah rumah, maka dengan cepat sejumlah wanita akan mendekat dan menawarkan "jasa" mereka. Hal itu pula yang terjadi di depan rumah bordil yang bercat hijau tak jauh dari pos parkir. 

"Masuk yuk, Mas, sini saya temenin," kata seorang wanita bermuka bulat dengan kulit hitam manis, yang belakangan diketahui bernama Novi. Novi mengaku berusia 24 tahun dan datang dari Ciamis, Jawa Barat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.