Kompas.com - 18/10/2013, 10:16 WIB
Tradisi Grebeg Gulai di Kampung Cacaban Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jateng, Kamis (17/10/2013). KOMPAS.com/Ika FitrianaTradisi Grebeg Gulai di Kampung Cacaban Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jateng, Kamis (17/10/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com - Biasanya kita mendengar atau menemui gunungan berupa hasil bumi maupun makanan tradisional. Tapi, di Kota Magelang, Jawa Tengah ada sebuah tradisi yang memakai makanan gulai kambing untuk membuat gunungan.

Bagaimana bisa? Ya, tradisi grebeg gulai kambing merupakan tradisi yang biasa digelar oleh masyarakat Kampung Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang setiap bulan Dzulhijah, bulan besar untuk kalender Islam.

Menurut Dalimin, sesepuh desa setempat, tradisi ini merupakan untuk menghormati leluhur desa yang telah meninggal. Selain untuk nguri-nguri (melestarikan) tradisi yang sudah ada secara turun-temurun.

Mengawali tradisi ini, warga mulai dari laki-laki, perempuan, dewasa, hingga anak-anak terlebih dulu berkumpul di lapangan Kwarasan kampung setempat. Khusus perempuan, bertugas membawa gulai kambing yang telah diwadahi kendil kecil atau semacam tempayan terbuat dari tanah liat.

Setelah itu, mereka berjalan beiringan menuju makam sesepuh di Desa Tuk Songo, sekira satu kilometer dari lapangan Kwarasan. Mereka melawati areal persawahan berkelok-kelok nan hijau dan asri.

Suasana tradisional terasa begitu kental karena mereka memakai pakaian adat jawa serta iringan musik gending jawa Sesampai di makam, puluhan mangkuk gulai yang dibawa dijadikan satu ke dalam kendil besar.

Selanjutnya kendil itu diserahkan kepada penjaga makam. Kendil dan gunungan hasil bumi didoakan dan barulah diperebutkan warga. "Jika dapat membawa pulang dan memakan gulai itu diharapkan bisa dapat membawa berkah," ucap Dalimin.

Bersamaan dengan itu masyarakat sudah banyak yang menunggu sambil duduk lesehan di atas alas atau tikar yang dibawa dari rumah masing-masing. 

Selain membawa tikar atau alas untuk duduk lainnya, warga pun datang juga membawa tas yang berisi makanan, ada yang berbentuk nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya, nasi putih dengan beberapa lauk sayur-sayuran maupun jajanan buatan sendiri.

Dalimin berujar, tradisi ini merupakan wujud rasa syukur warga kepada Sang Pencipta. Warga berharap akan diberi kemurahan rejeki dan terhindar dari malapetaka dan pageblug. "Padeblug adalah suatu peristiwa yang terjadi ratusan tahun lalu di wilayah Cacaban. Padeblug ini telah menewaskan banyak warga," kata Dalimin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.