Kompas.com - 16/10/2013, 22:59 WIB
Ilustrasi statistik TKI yang terancam hukuman mati. KOMPASIlustrasi statistik TKI yang terancam hukuman mati.
EditorKistyarini

KARANGANYAR, KOMPAS.com — Untuk mencegah tenaga kerja Indonesia menjadi korban hukuman mati, pemerintah harus memperketat pengawasan, mulai dari perekrutan hingga pengirimannya ke sejumlah negara. Hingga kini, pengiriman TKI secara ilegal masih terjadi dari sejumlah pintu keluar perbatasan dan dengan sejumlah cara.

Itu terjadi karena perekrutan jutaan TKI ilegal oleh para calo di berbagai pelosok masih berlangsung. Mereka memanfaatkan sistem kendali pendataan yang masih lemah di tiap daerah. ”Pemerintah harus memperketatnya mulai dari hulu,” ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah, akhir pekan lalu, di Jawa Tengah.

Menurut dia, konsentrasi pemerintah kini memperketat pelaksanaan penempatan TKI swasta. ”Moratorium penempatan TKI ke beberapa negara justru memicu pemberangkatan TKI ilegal. Banyak pemberangkatan lewat umrah atau ziarah. Namun, setibanya di sana, lantas cari kerja,” katanya.

Tercatat, sekitar 6 juta TKI resmi yang bekerja di 12 negara. ”Diperkirakan, ada sekitar 1,8 juta TKI yang pemberangkatannya ilegal. Pemerintah harus mengomunikasikan dengan negara-negara pengguna agar tak menerima TKI-TKI ilegal itu,” katanya.

Pemberangkatan TKI ilegal, menurut Ayub, dilakukan oknum calo TKI yang bekerja sama dengan agen tenaga kerja di negara penempatan. ”Mereka kirim TKI yang tak penuhi syarat pelatihan kerja, syarat perlindungan, dan umur,” ujarnya.

Contoh lemahnya sistem kendali data TKI terlihat di Kebumen, Jawa Tengah. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigran Putut Supriyadi terkejut karena jumlah TKI asal Kebumen jauh melebih data di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kebumen.

Dari rekomendasi paspor tahun 2012, tercatat ada 1.181 TKI di tujuh negara, yaitu Hongkong, Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Korea. Padahal, data di pusat berjumlah 3.931 TKI di 63 negara.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu korban calo adalah Wilfrida Soik (22), TKI asal Nusa Tenggara Timur, yang terancam hukuman mati di Malaysia. ”Wilfrida tengah menggali batu mangan di kebun saat dirayu calo untuk bekerja di Malaysia,” kata Sekretaris Apjati NTT Y Nubatonis. (GRE/KOR/REK/NIK/SIR/RAZ/RWN/EKI/WIE/ETA/UTI/WER/HEI/AHA/WSI)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X