Kompas.com - 01/10/2013, 17:38 WIB
Latihan karapan sapi di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dalam rangka lomba Kerapan Sapi Pila Presiden se Madura yang akan digelar bulan Oktober mendatang. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANLatihan karapan sapi di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dalam rangka lomba Kerapan Sapi Pila Presiden se Madura yang akan digelar bulan Oktober mendatang.
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, Jawa Timur, menegaskan akan menjatuhkan sanksi pada Yanto Waluyo, kadernya yang menyelenggarakan karapan sapi dengan cara kekerasan.

"Apa yang dilakukan kader PPP Yanto Waluyo itu sebenarnya merupakan kegiatan dia secara pribadi, tapi masyarakat kan tetap membacanya sebagai kader PPP dan anggota DPRD Pamekasan juga," kata juru bicara PPP Pamekasan Halili, Selasa (1/10/2013).

Yanto Waluyo adalah anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang selama ini gencar menyuarakan penolakan praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.

Akan tetapi yang bersangkutan justru menjadi pelaksana karapan sapi dengan menggunakan pola kekerasan.

Padahal sejak 2012 pemerintah telah melarang pelaksanaan karapan dengan kekerasan, atas saran para ulama Madura, termasuk ulama dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Di DPRD Pamekasan kami akan meminta klarifikasi dan demikian juga di PPP," kata Halili, yang juga Ketua DPRD Pamekasan itu menambahkan.

Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan Yanto Waluyo menjadi pelaksana karapan sapi dengan pola kekerasan pada tanggal 18 Agustus 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tindakan Yanto ini sebenarnya tidak melanggar hukum, melainkan hanya melanggar instruksi Gubernur Jatim tentang pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan.

"Sanksi yang akan diberikan itu bergantung kepada sejauh mana tingkat kesalahannya. Bisa berupa teguran, baik secara lisan maupun tertulis, atau bisa pemecatan nantinya," kata Halili.

Yanto sendiri mengatakan pelaksanaan karapan sapi yang digelarnya ketika itu, dalam rangka untuk melestarikan budaya masyarakat Madura dan ia tetap menggunakan pola kekerasan karena mengikuti keinginan para pemilik sapi karapan.

Usulan menghapus praktik kekerasan dalam pelaksanaan karapan sapi ini mulai gencar disuarakan para pecinta hewan, kalangan budayawan, ulama Madura dan aktivis pemuda Islam dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pulau Garam, Madura sejak 2010.

Tahun 2011, Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan selaku penanggung jawab kegiatan pelaksanaan tahunan lomba karapan sapi di Pulau Garam itu berupa menghapus praktik kekerasan itu dengan menyosialisasikan kepada para pemilik sapi karapan, namun tidak terlaksana.

Pada tahun 2012, lomba balap sapi memperebutkan Piala Presiden RI terpecah menjadi dua, yakni menggunakan kekerasan dan karapan sapi tanpa kekerasan.

Karapan sapi Piala Bergilir Presiden RI dengan kekerasan digelar di Lapangan Kerap Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, sedangkan karapan tanpa kekerasan di lapangan Stadion RPH Moh Noer, Kabupaten Bangkalan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.