Diduga Ada Korupsi Rp 8 Miliar dalam Pembelian Lahan UIN Malang

Kompas.com - 23/09/2013, 13:43 WIB
KOMPAS.com/Yatimul Ainun Perwakilan mahasiswa UIN Maliki Malang, saat mendatangi kantor Kejari Kota Malang, Senin (23/9/2013). Mereka menuntut Kejari segera usut kasus dugaan korupsi pembelian lahan untuk kampus II UIN Maliki Malang.
MALANG, KOMPAS.com - Perwakilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur mendatangi Kejaksaan Negeri Malang. Mereka menuntut agar kasus dugaan korupsi pembelian lahan kampus II UIN Maliki Malang segera dituntaskan.

Berangkat dari dugaan korupsi senilai Rp 8 miliar, para mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang dan didampingi aktivis Malang Corruption Watch (MCW) dan LBH Surabaya Pos Malang, mendatangi kantor Kejaksaan, Senin (23/9/2013).

Kasus dugaan korupsi dalam pembebasan lahan kampus II UIN Maliki itu, berlokasi di Desa Junrejo Kota Batu. "Kedatangan kami untuk mengevaluasi kinerja Kejari yang tak kunjung menyelesaikan kasus dugaan korupsi di UIN itu," kata Koordinator Humas HMI UIN Malang, Alfian Hadi.

Padahal, kata Alfian, kasus tersebut sudah muncul sejak September 2012 lalu. Bahkan pihak Kejari telah menentukan calon tersangka yang berinisial MH dan MW. "Keduanya, terindikasi telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara senilai Rp 800 juta," katanya.

Dari data yang dimilik mahasiswa, total dana pembelian lahan kampus II UIN seluas 100 hektare itu, sebesar Rp 20 miliar. Berdasarkan harga standar NJOP, harga tanah seharusnya Rp 75.000 per meter persegi.

"Tetapi hasil investigasi kami di lapangan warga hanya diberi Rp 65 ribu per meter persegi. Dari hasil audit BPK, jelas ada indikasi korupsi," tegasnya.

Selain itu, penentuan calon tersangka dalam kasus itu, kata Alfian, sudah satu tahun yang lalu. Tetapi hingga kini Kejari belum menentukan tersangkanya. "Statusnya hanya naik ke penyelidikan. Hal ini menunjukkan bahwa belum ada perkembangan dan cenderung stagnan," katanya.

Alfian menilai, bahwa Kejari inkonsisten dan tidak profesional dalam menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan orang dalam kampus UIN Maliki Malang tersebut. "Kami mendesak secepatnya pihak Kejari menetapkan calon tersangka menjadi tersangka. Kejari juga harus mengusut tuntas otak struktural ataupun otak intelektual pengguna anggaran yang terlibat dalam korupsi itu," tegasnya.

Dengan pergantian Kajari Kota Malang yang baru, dari Wenni Gustiani ke Munasim, mahasiswa berharap Kajari yang baru bisa menyelesaikan kasus UIN tersebut. "Karena setiap ada pergantian Kajari, sering kali kasus tidak terselesaikan dengan baik," katanya.

Namun sayang, kedatangan mahasiswa tak ditemui oleh satupun petinggi Kejari Kota Malang. Kepala Kejaksaan Negeri Munasim, sedang berada di luar kota. Sementara Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Tri Widodo, juga sedang ada rapat di PN Kota Malang. 



EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Habis Pemilu, Terbitlah Tudingan Curang...

Habis Pemilu, Terbitlah Tudingan Curang...

Nasional
Pernyataan 'People Power' Eggi Sudjana yang Berakhir dalam Laporan di Kepolisian

Pernyataan "People Power" Eggi Sudjana yang Berakhir dalam Laporan di Kepolisian

Megapolitan
Putin Mudahkan Pengurusan Paspor Rusia untuk Separatis Ukraina

Putin Mudahkan Pengurusan Paspor Rusia untuk Separatis Ukraina

Internasional
Napi di Jayapura Kabur Gunakan Kain Sarung, 9 Ditangkap dan 1 Buron

Napi di Jayapura Kabur Gunakan Kain Sarung, 9 Ditangkap dan 1 Buron

Regional
Sosiolog hingga Ahli Bahasa Akan Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Sosiolog hingga Ahli Bahasa Akan Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
[POPULER NUSANTARA] KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya | Kisah Noldus, Penyandang Disabilitas Nyaleg dengan Modal Rp 10 Juta

[POPULER NUSANTARA] KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya | Kisah Noldus, Penyandang Disabilitas Nyaleg dengan Modal Rp 10 Juta

Regional
PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

Regional
Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Megapolitan
Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Regional
Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Internasional
KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan

Close Ads X