Kompas.com - 17/09/2013, 12:40 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAKASSAR, KOMPAS.com — Penangguhan penahanan penghina pengurus DPP Golkar, Nurdin Halid, M Arsyad, yang merupakan mantan aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin akhirnya dikabulkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sulselbar.

Informasi ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Selasa (17/9/2013).

Menurut Endi, Arsyad dibebaskan, Senin (16/9/2013) sore kemarin. "Iya, info dari Pak Direktur Reserse Kriminal Umum bahwa penangguhan penahanannya sudah dikabulkan kemarin sekitar pukul 13.00 Wita. Adapun alasannya, tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak menghilangkan barang bukti, sewaktu-waktu diperlukan oleh penyidik siap dihadirkan, tidak mempersulit penyidikan," kata Endi.

Endi mengungkapkan, meski penangguhan penahanan dikabulkan, proses hukum terus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Begitu berkas dinyatakan P21 oleh jaksa, TSK, dan BB akan diserahkan atau dilimpahkan ke Kejaksaan," tambahnya.

Arsyad ditahan setelah anggota DPRD Makassar Abdul Wahab yang merupakan orang dekat Nurdin Halid melapor ke polisi soal tulisan di status BlackBerry Messenger (BBM) miliknya, “No Fear Nurdin Halid Koruptor!!! Jangan pilih adik koruptor!!!”

Status itulah yang membuat Arsyad ditetapkan tersangka dan ditahan sejak Senin (9/9/2013) malam. Dalam kasus itu, Arsyad dijerat pasal berlapis yakni Undang-Undang Informasi Teknologi (ITE) jo 310 tentang pencemaran nama baik dan 335 tentang membuat perasaan tidak enak terhadap Nurdin Halid yang juga mantan Ketua PSSI.

Selain itu, Arsyad juga dituduh telah menghina keluarga Nurdin Halid saat menjadi narasumber pada Obrolan Karebosi yang disiarkan langsung di studio Celebes TV, Makassar, (24/5/2013) lalu.

Padahal saat itu, Arsyad sempat dikeroyok oleh sekelompok orang saat siaran langsung di studio Celebes TV di menara Bosowa, Makassar. Pelaku pengeroyok sempat ditahan setelah beberapa hari buron. Namun, hanya beberapa berselang, pelaku dikeluarkan dari sel tahanan markas Polrestabes Makassar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.