KPU Bogor Anggarkan Rp 6 M jika Ada Pemilu Putaran Kedua

Kompas.com - 15/09/2013, 15:59 WIB
Pemilihan Walikota Bogor di setiap TPS berlangsung dengan aman, dan tanpa kekacauan. Hasil pemilihan dari Komisi Pemilihan Umum Bogor baru akan ditetapkan pada tanggal 20 September 2013, Bogor, Sabtu (14/9/2013) KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPemilihan Walikota Bogor di setiap TPS berlangsung dengan aman, dan tanpa kekacauan. Hasil pemilihan dari Komisi Pemilihan Umum Bogor baru akan ditetapkan pada tanggal 20 September 2013, Bogor, Sabtu (14/9/2013)
|
EditorWisnubrata

BOGOR, KOMPAS.com — KPU Bogor memiliki dana hibah sebesar Rp 25 miliar dari perencanaan anggaran 2013 untuk Pemilihan Wali Kota Bogor 2013. Dana tersebut dianggarkan untuk 2 putaran pemilihan.

"Kami mendapat dana hibah Pemerintah Kota sebesar Rp 25 miliar. Tapi dana tersebut untuk 2 putaran. Rencananya Rp 19 miliar digunakan untuk pemilihan pertama dan Rp 6 miliar digunakan jika diharuskan ada putaran kedua," ujar Encep Moh Ali Alhamidi Sekretaris KPU Bogor, Sabtu (14/9/2013).

Menurut Encep, dana yang diserap dalam pemilihan pertama tidak lebih dari Rp 18 miliar. Dana tersebut paling besar disedot untuk logistik, SDM, dan sosialisasi. Bilik suara dan kotak suara menggunakan barang yang sudah ada. Namun, karena ada beberapa yang hilang jadi 3 TPS menggunakan kardus.

Di bidang sosialisasi, KPU bekerja sama dengan 20 ormas dan LSM serta kelurahan setempat. Aktivitas yang dilakukan antara lain ririungan (perkumpulan) kecil dengan anggaran Rp 2 juta. Kegiatan lain adalah pemberian brosur sejumlah 5.000 yang disebar sejak pukul 14.00-16.00 di berbagai lokasi di Bogor. 

Encep mengatakan, jika putaran kedua tidak dilakukan, KPU akan melaporkan kelebihan dananya ke Pemerintah Kota, kemudian Pemerintah Kota-lah yang menentukan peruntukan dana tersebut.

Jika dilihat dari perolehan hitung cepat, ada dua kandidat yang mendominasi pemilihan wali kota Bogor ini yaitu pasangan nomor 2 Bima Arya-Usmar Hariman, dan pasangan nomor 3 Achmad Ruyat-Aim Halim Hermana.

Kedua kandidat saling mendeklarasikan kemenangan di setiap kubu masing-masing. Kemungkinan putaran kedua cukup besar jika melihat selisih tipis dari kedua kandidat, tetapi kedua kubu yakin mereka akan memenangkan pemilihan ini dalam 1 putaran.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X