Setelah Elbrus, Inka dan Jelita Akan Taklukkan Kilimanjaro

Kompas.com - 07/09/2013, 22:45 WIB
Jelita Karamoy (19) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Elbrus (5.641 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Benua Eropa. Dokumentasi Tim 7 SummitJelita Karamoy (19) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Puncak Gunung Elbrus (5.641 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Benua Eropa.
|
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com - Inka Mayumi Wangko (25) dan Jelita Tivany Karamoy (19), dua mahasiswi Universitas Manado (Unima), bertekad akan menaklukan Gunung Klimanjaro di Tanzmania, Kenya.

Inka dan Jelita merupakan anggota Tim The 1st Indonesian Woman on 7 Summit of The World Expedition. Mereka baru saja tiba di Manado setelah berhasil menaklukkan puncak Gunung Elbrus di Rusia yang mempunyai ketinggian 5.641 meter diatas permukaan laut (mdpl).

"Pada tanggal 29 Agustus pukul 10 waktu Rusia atau pukul dua waktu Indonesia, saya berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di benua Eropa tersebut," ujar Jelita dengan mata berkaca-kaca, dalam konferensi pers di Manado, Sabtu (7/9/2013).

Kedua anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica Fakultas Bahasa dan Seni Unima ini memang mengemban misi menaklukkan tujuh puncak tertinggi di dunia. "Ini merupakan puncak kedua yang kami taklukkan. Sebelumnya kami telah mencapai puncak Cartenz Pyramid di tanah Papua," ujar Inka.


Koordinator teknis tim, Bob Sumoked menjelaskan pesan moral yang dibawa oleh kedua mahasiswinya itu adalah bahwa perempuan juga mampu melakukan hal-hal yang bisa dilakukan oleh laki-laki.

"Keberhasilan kedua ini merupakan pesan penting bagi kesetaraan gender. Semangat merekalah yang membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi ternyata bisa dilakukan," jelas Bob.

Bob menuturkan, masalah pendanaan yang menjadi kendala sebelum berangkat ke Rusia, akhirnya teratasi setelah pemilik Campladean, sebuah toko peralatan pendakian di Manado, bersedia menjadi salah satu donatur.

"Saya tergerak untuk membantu mereka setelah melihat semangat dari seluruh anggota tim untuk mewujudkan hal yang terlihat mustahil ini," ujar Irawan, pemilik Campladean.

Tim Pendakian 7 Summit tersebut, tutur Bob, hanya mengandalkan sumber dana sendiri dan dana dari beberapa pihak yang tergerak untuk membantu.

Istimewa Inka dan Jelita saat melakukan pendakian di Gunung Elbrus di Rusia. Mereka berpapasan dengan beberapa pendaki dari negara-negara lain.

Baik Inka dan Jelita menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan mereka berdua saat menaklukan puncak Elbrus yang kondisi iklimnya berbeda jauh sekali dengan kondisi iklim yang ada di Indonesia, khususnya di Tondano. Suhu di puncak Elbrus sewaktu pendakian mencapai -30 derajat celcius.

"Pada saat-saat terakhir mencapai puncak di Elbrus, rekan saya Inka harus mundur karena kondisi cuaca yang ekstrem dan membuat tubuhnya drop. Padahal itu sudah berada di ketinggian 5.100 mdpl. Kami harus mengutamankan keselamatan, karena misi kami adalah pulang dengan selamat. Jadi waktu itu sayalah yang meneruskan pendakian untuk mengibarkan merah putih di puncak," tutur Jelita yang tak kuasa menahan haru.

Menurut mereka pada saat pendakian yang prosesnya dimulai pada tanggal 24 Agustus itu, mereka berpapasan dengan pendaki dari Jerman, Italia dan Jepang serta beberapa pendaki dari negara lainnya. Kesemuanya merupakan pendaki laki-laki, hanya mereka berdualah yang perempuan.

"Tetapi kami bangga, sebab banyak dari para pendaki itu yang tidak berhasil mencapai puncak, tetapi kami bisa membawa nama Sulut bahkan Indonesia di puncak Elbrus," tutur Jelita.

Keberhasilan mereka tersebut juga diakui berkat bantuan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia yang sangat membantu ketika mereka berada di Rusia. "Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih buat Pendeta Roeroe yang sudah memberikan kami bimbingan spritual, serta semua pihak yang sudah membantu mewujudkan ambisi kami," kata Inka.

Pada November nanti, kedua perempuan muda ini berencana menaklukan puncak Kilimanjaro (5.895 mdpl) di benua Afrika. Selain Kilimanjaro, empat puncak gunung lainnya yang akan ditaklukan adalah Concagua (Amerika Selatan, 6.963 mdpl), McKinley (Amerika Utara, 6.194 mdpl), Vinson Massive (Antartica, 4.892 mdpl), dan Mount Everest (Asia, 8.848 mdpl).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X