Kompas.com - 03/09/2013, 22:45 WIB
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com — Serapan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) baru mencapai 5,6 pesen dari jumlah total penerima 16, 6 juta. Padahal pemerintah sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 6,6 triliun.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim seusai menghadiri peresmian Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/9/2013).

"Masih rendah, masih kecil, serapan dananya baru 5,6 persen dari total penerima 16,6 juta jiwa. Kita kan sebenarnya dapat penyaluran Rp 6,6 triliun," kata Musliar, Selasa.

Rendahnya penyerapan dana BSM, kata Musliar, karena pola penyaluran yang berbeda, tidak seperti tahun lalu, sekolah yang mengusulkan. "Kalau tahun lalu kan sekolah yang mengusulkan. Tapi sekarang sekolah tidak bisa mengusulkan begitu saja," ujarnya.

Oleh karena itu, Musliar mengimbau orangtua murid pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) agar mendaftarkan anaknya yang berhak menerima BSM itu ke sekolah agar serapan BSM dapat dengan mudah ditingkatkan, sehingga orangtua para pemegang KPS juga segera mendapat BSM.

"Bagi orangtua pemegang KPS, segera daftarkan di mana pun anaknya bersekolah. Daftarkan beserta kartu keluarganya, tanggal berapa dan tahun berapa dia (anak lahir). Itu akan didata dan dikirim ke kabupaten kota, dan secepatnya dikirim ke pusat untuk segera dibuatkan SK-nya," katanya.

Dikatakannya, penyaluran BSM itu berbeda tiap tingkatan sekolah. Untuk SD Rp 450.000 per tahun, SMP Rp 750.000 per tahun, dan SMA/K Rp 1 juta per tahun. Dan khusus untuk tahun ini, janji dia, ada penambahan, yaitu masing-masing anak Rp 200.000.

"Bayangkan saja, dalam satu keluarga miskin anaknya 1 di SD, 1 di SMP, dan 1 di SMA. Tinggal dikalkulasikan saja. Jadi jumlahnya dua juta delapan ratus ribu rupiah. Ini cukup signifikan bagi orangtua agar tidak putus asa menyekolahkan anaknya," katanya memberikan semangat.

Ia kembali menegaskan, dana BSM tersebut betul-betul dikucurkan untuk kepentingan anak. Kemudian, khusus untuk tahun ini, penyalurannya dilakukan melalui bank daerah. "Anak yang sudah didaftarkan tadi dibuatkan SK-nya, dibuatkan rekeningnya. Nanti uangnya masuk ke rekening anak," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X