Kompas.com - 02/09/2013, 20:32 WIB
Dua orang tewas tertembak dalam kontak tembak yang terjadi di ujung landasan Bandara Mulia, Kampung Karubate, Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (19/7/2013) sore. Paska kontak tembak dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian , dan menemukan satu pucuk pistol Revolver bersama 8 butir amunisi kaliber 38 milimeter, bersama sebuah telepon genggam. istimewaDua orang tewas tertembak dalam kontak tembak yang terjadi di ujung landasan Bandara Mulia, Kampung Karubate, Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (19/7/2013) sore. Paska kontak tembak dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian , dan menemukan satu pucuk pistol Revolver bersama 8 butir amunisi kaliber 38 milimeter, bersama sebuah telepon genggam.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya kasus penembakan terhadap aparat kepolisian dan TNI di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, disinyalir dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka. Pihak kepolisian mengakui tidak mudah memberantas keberadaan kelompok tersebut.

"Kerja sama masyarakat masih kurang karena rekan-rekan di sana tahu ada saudaranya di sana (sembunyi di hutan). Bahkan, tidak jarang anak-anak belasan tahun," kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Marselis ketika ditemui wartawan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Senin (2/9/2013).

Selain minim kerja sama, kata Marselis, adanya penghargaan istimewa kepada siapa saja yang dapat membunuh anggota TNI maupun Polri membuat banyak anggota kelompok bersenjata yang justru berlomba-lomba untuk membunuh petugas.

"Bahkan, anak-anak sekali pun, kalau mereka bisa curi senjata kami, dia bakal diangkat sebagai pemimpin. Tidak hanya itu, dia juga bisa mendapat ternak dan wanita yang banyak," katanya.

Marselis mengatakan, selama ini, pihaknya selalu melakukan patroli rutin di distrik tersebut. Meski telah mendapat bantuan dari aparat TNI dan Satuan Brimob Polda Papua, jumlah personel Polres Puncak Jaya yang hanya 230 orang dinilai masih jauh dari ideal.

Selain itu, minimnya alat transportasi yang dimiliki Polres Puncak Jaya disinyalir juga menjadi kendala penanganan kelompok bersenjata di sana. "Ada 16 distrik yang harus kami amankan. Sementara mereka (OPM) setelah menembak langsung lari ke atas. Seharusnya, pemerintah pusat bisa bantu support, minimal helikopter," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TNI dari Satuan Tugas Yon 753, Pratu Andri Candrayasansyah, tewas ditembak oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Jayapura, Sabtu (31/8/2013). Anggota TNI tersebut tewas ketika mengamankan jalur distribusi kebutuhan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X