Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/08/2013, 18:41 WIB
|
EditorFarid Assifa

PROBOLINGGO, KOMPAS.com
 — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, tim pemenangan pasangan Hj Rukmini-Suhadak (Harus Pas) memancing masyarakat untuk melaporkan tindakan money politic dengan imbalan Rp 500.000. Tak ayal, banyak masyarakat yang melaporkan kasus money politic ke Sekretariat Bersama (Sekber) Harus Pas.

Seperti yang terjadi pada Rabu (28/8/2013) sore, sebanyak lima warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kanigaran, melapor ke Sekber Harus Pas karena diberi uang Rp 50.000 oleh tim pasangan calon tertentu pada Selasa (27/8/2013) malam.

"Yang ngasih tetangga saya. Setelah menyerahkan uang, mereka minta untuk mencoblos pasangan tertentu, lalu mereka langsung pergi," kata NG bersama empat tetangganya yang juga menjadi korban money politic (politik uang), saat ditemui di Sekber Harus Pas. Mereka yang menjadi korban politik uang adalah S, ST, SN, NB, dan NG. Mereka semua perempuan.

Budi Santoso, koordinator tim hukum dan advokasi Harus Pas, mengatakan, mereka melapor ke sekber setelah mengadu kepada simpatisan Harus Pas. Budi juga menemukan tindakan politik uang serupa di Jalan Pattimura. Sementara itu, di Kelurahan Wiroborang, Budi juga mengantongi setengah galon susu sapi murni yang dibagikan tim pasangan lain di saat hari tenang.

"Kami banyak mendapatkan temuan dan sebagian sudah kami laporkan ke Panwaslu. Sebelumnya saya sudah melakukan hal yang sama di mana terjadi tindakan politik uang. Mereka yang menjadi korban politik uang adalah pemilih 'Harus Pas'," ucap Budi.

Budi menambahkan, kelima wanita yang melaporkan politik uang itu oleh pihaknya diberi imbalan 10 kali lipat, yakni Rp 500.000 per orang. Imbalan itu memang sudah menjadi kebijakan tim Harus Pas agar masyarakat aktif melaporkan setiap pelanggaran yang dilakukan tim pemenangan pasangan calon lain, termasuk politik uang.

Pilwalkot Probolinggo digelar pada 29 Agustus dan diikuti empat pasangan calon, yakni Dewi Ratih-As'ad Anshari, Rukmini-Suhadak, Zulkifli Cholik-Maksum Subani, dan Hadi Zainal Abidin-Kusnan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.