Soal Penunggak Raskin, Bulog Minta Bantuan Kejaksaan

Kompas.com - 26/08/2013, 20:12 WIB
Ilustrasi. Distribusi barang ke Jakarta terhambat akibat banjir melanda ibu kota. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOIlustrasi. Distribusi barang ke Jakarta terhambat akibat banjir melanda ibu kota.
|
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com - Pihak Perum Bulog Maluku berencana menempuh jalur hukum bagi beberapa daerah di Maluku yang belum juga menyelesaikan kewajibannya membayar tunggakan beras miskin (raskin).

Kepala Bidang Penyaluran Divisi Regional (Drive) Bolug Maluku, Latif Malawat mengatakan, Senin (26/8/2013), langkah ini terpaksa akan dilakukan, karena sejumlah daerah belum juga menyelesaikan tunggakan raskin terhitung sejak tahun 2008 hingga 2012. “Untuk itulah, kami akan meminta bantu pihak kejaksaan guna menyelesaikan masalah ini.” kata Latif.

Menurutnya, tunggakan raskin untuk keseluruhan daerah di Maluku dan Maluku Utara sejak tahun 2008 hingga tahun 2012 mencapai Rp 1,3 miliar. Namun hingga tahun 2013 ini, sejumlah daerah belum juga melunasi tunggakannya.

Latif membeberkan beberapa kabupaten dan kota di Maluku yang hingga kini masih menunggak di antaranya Kota Ambon sebesar Rp 96.197.200 untuk tahun 2012, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Rp 251.101.200, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan tunggakan Rp 427.111.900.

Selain itu, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masih menunggak sejak 2011 - 2012 sebesar Rp 1.063.346.000, dan Kabupaten Buru tahun 2012 sebesar Rp 196.639.600. ”Dua daerah ini yang memiliki tunggakan yang paling besar," ujarnya.

Menurut Latif, akibat belum dilunasinya tunggakan raskin ini, banyak daerah yang belum mendapatkan jatah raskin, lantaran masih menunggak. “Kalau masih ada tunggakan sudah pasti jatah raskin tahun 2013 tidak bisa disalurkan, karena sistem yang digunakan Bulog saat ini adalah "bayar dulu baru disalurkan".” terangnya.

Dia menegaskan, pihaknya terpaksa akan memproses masalah tersebut secara hukum lantaran, hingga kini sejumlah daerah belum juga menyelesaikan tunggakannya akibatnya mengganggu warga miskin calon penerima raskin. "Kita harus proses masalah ini, karena jika tidak warga miskin yang susah," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X