Kompas.com - 23/08/2013, 13:14 WIB
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com — Ruang sidang kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri, Jawa Timur, disegel oleh sekelompok anggota dewan sendiri, Jumat (23/8/2013).

Penyegelan itu dilakukan untuk menolak rencana pelantikan pergantian antar waktu (PAW) terhadap tiga orang anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), yaitu Sunarko, Imam Suhadi, Farid Rizal, yang dijadwalkan dilakukan hari ini.

Belum jelas siapa saja yang menyegel pintu ruang sidang yang terletak di lantai dua dengan menggunakan palang kayu yang terpaku itu. Pada palang hanya tertulis "Ruangan ini disegel oleh anggota DPRD".

Sementara di halaman kantor juga terjadi aksi unjuk rasa oleh puluhan orang dari elemen yang mengatasnamakan Forum Peduli Parlemen. Mereka menuntut mundur Ketua DPRD karena dianggap telah melakukan hal-hal yang menyalahi kode etik maupun ketentuan pidana. Mereka mencontohkan kasus percobaan pemalsuan persetujuan proyek multiyears jembatan Brawijaya.

"Kami harus masuk (kantor) untuk ketemu dan menyampaikan aspirasi kami," kata Joko Supriyanto, seorang pengunjuk rasa yang berorasi.

Massa juga meneriaki anggota dewan yang ada di dalam ruangan agar bergabung bersama mereka. Beberapa anggota dewan menurutinya dan bergabung dengan para pengunjuk rasa.

"Kami siap membantu saudara-saudara. Tolong nanti aspirasinya disampaikan secara lisan oleh para perwakilannya," kata Tamam Mustofa, Ketua Badan Kehormatan DPRD, menanggapi aksi massa itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sholahudin Wahid mengatakan, adanya dua aksi itu memengaruhi beberapa jadwal kegiatan parlemen. Meski demikian, pihaknya akan mengakomodasi penundaan pelantikan PAW hingga situasi kondusif. "Tapi, kalau tentang PAW itu sudah pernah kita bahas di Bamus," kata Sholahudin.

Sebelumnya, anggota dewan menolak di PAW karena sudah mencabut surat pengunduran diri yang dibuat saat hendak mencalonkan diri menjadi anggota dewan dari partai lain karena PKNU tidak lolos verifikasi parpol.

Pencabutan pengunduran diri itu juga diperkuat dengan keputusan dari Mahkamah Konstitusi bahwa seorang anggota dewan tidak perlu mundur saat mencalonkan kembali. Meski sudah ada ketentuan itu, PAW tetap berjalan karena sudah ada persetujuan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Kondisi ini membuat mereka membawa masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Meski aksi sempat memanas, tidak sampai terjadi kericuhan hingga massa membubarkan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.