Bupati Garut Setuju Tes Keperawanan

Kompas.com - 20/08/2013, 19:38 WIB
Bupati Garut Agus Hamdani menyalami salah satu Napi penerima Remisi Kemerdekaan di Lapas Garut, Sabtu, (17/8/2013) pagi. KOMPAS.com / Syahrul MunirBupati Garut Agus Hamdani menyalami salah satu Napi penerima Remisi Kemerdekaan di Lapas Garut, Sabtu, (17/8/2013) pagi.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com — Bupati Garut Agus Hamdani menilai tes keperawanan bagi calon siswi SMA diperlukan demi menjaga keutuhan masa depan anak-anak. Namun, ia belum melihat hal itu mendesak diterapkan di Kabupaten Garut.

"Kalau dipandang perlu, ya perlu, untuk mendidik anak muda supaya lebih baik masa depannya. Karena (seks) itu sesuai UU harusnya dilakukan bagi pasangan yang sah kan? Tapi saya belum dapat laporan seperti yang Anda bilang. Jadi belum bisa memutuskan," kata Agus saat dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (20/8/2013) malam.

Laporan yang dimaksud bupati pengganti Aceng Fikri ini adalah data yang dilansir LPA Garut terkait kasus pelecehan anak di bawah umur yang menempati peringkat keempat tertinggi di Jawa Barat. Maka dari itu, ia menolak berspekulasi tentang perlu atau tidaknya pemberlakuan tes keperawanan di Garut.

"Untuk Garut kita lihat situasi, sejauh mana tingkat bahayanya. Saya harus musyawarahkan dulu, tidak bisa putuskan sendiri. Ini kan baru dengar dari Anda. Sedangkan pihak terkait belum ada laporan ke saya. Belum dapat ukur otentik atau tidak," ujar Agus.

Jika dipandang perlu diterapkan, lanjut Agus, pihaknya harus memastikan kesiapan dinas terkait untuk menindaklanjuti hasil tes tersebut dan dampaknya.

"Kita harus bicarakan dengan Dinas Pendidikan (solusinya). Bagaimana juga misalnya dengan Dinas Sosial, jika ada yang tidak lolos (tes keperawanan)," tambahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X