Rumah dan Kios Digusur, Warga Demo Kantor PT KAI

Kompas.com - 19/08/2013, 12:20 WIB
Sebanyak 100 orang dari 57 kepala keluarga warga jalan Stasion Barat RT 03 RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Daop 2 PT KAI Jalan Stasion Timur, Senin (19/8/2013, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembongkaran dan penggusuran 57 bangunan yang berdiri tepat di samping kantor Daop 2 PT KAI.  KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaSebanyak 100 orang dari 57 kepala keluarga warga jalan Stasion Barat RT 03 RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Daop 2 PT KAI Jalan Stasion Timur, Senin (19/8/2013, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembongkaran dan penggusuran 57 bangunan yang berdiri tepat di samping kantor Daop 2 PT KAI.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 100 orang dari 57 kepala keluarga warga Jalan Stasion Barat RT 03 RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, berdemonstrasi di depan kantor Daop 2 PT KAI, Jalan Stasiun Timur, Senin (19/8/2013).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pembongkaran dan penggusuran 57 bangunan yang terdiri dari 19 rumah dan 38 kios. Ke-57 bangunan tersebut berdiri tepat di samping kantor Daop 2 PT KAI.

"Kami di sini menolak pembongkaran dan penggusuran. Kami diberi waktu mengosongkan hingga tanggal 31 Agustus 2013," kata Johan, warga Jalan Stasiun Barat RT 03 RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung saat ditemui di sela aksi, pagi ini.

Lebih lanjut Johan menambahkan, pihak Daop 2 sebenarnya tidak memiliki hak untuk melakukan penggusuran. Pasalnya, Daop 2 hanya memiliki sertifikat hak pakai, bukan sertifikat hak milik. Selain itu, selama ditempati sejak tahun 1953, Johan mengaku jika warga selalu membayar pajak ke Pemerintah kota Bandung.

"Namun ada keanehan, karena yang ditunjukkan di dalam sertifikat hak pakai itu berbeda objeknya dengan objek yang ditempati warga," ungkapnya.

Setelah dibongkar, lanjut Johan, lokasi tersebut rencananya akan dibuat kantor Daop 2 yang baru. Sementara lokasi PT.KAI yang lama akan dibangun hotel.

"Kalau memang akan digusur, seharusnya kita dapat kios atau rumah lagi. Karena yang sudah terjadi PT KAI itu pelit," terangnya.

Johan menambahkan, rencana pengosongan dan pembongkaran 33 kios dan 24 rumah itu telah melanggar hak asasi manusia karena hilangnya hak atas pekerjaan dan hilangnya hak atas tempat tinggal yang diatur dalam pasal 27 ayat 2, pasal 28 E ayat 1, pasal 6 Konvenan Internasional ekonomi, sosial, budaya, pasal 36, pasal 37 ayat 1, pasal 38 ayat 1, dan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Di sini mata pencaharian kita karena warga lahir dan besar di sini," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

Regional
Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik 'Ayah Bunda' di Pengungsian Dipertanyakan

Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik "Ayah Bunda" di Pengungsian Dipertanyakan

Regional
4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

Regional
Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Regional
Film Jamal, Kisah Tentang 'Janda Malaysia' di Lombok

Film Jamal, Kisah Tentang "Janda Malaysia" di Lombok

Regional
5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

Regional
Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Regional
2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

Regional
Anggota Jaringan Pengedar Sabu lewat Figura hingga Sandal Ditangkap

Anggota Jaringan Pengedar Sabu lewat Figura hingga Sandal Ditangkap

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi November 2-5 Kali Lebih Tinggi Dibanding Oktober

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi November 2-5 Kali Lebih Tinggi Dibanding Oktober

Regional
Mayat Remaja Berusia 14 Tahun Ditemukan di Ladang Singkong

Mayat Remaja Berusia 14 Tahun Ditemukan di Ladang Singkong

Regional
Debat Pilkada Tanah Bumbu, Paslon Zairullah-Rusli Soroti Kemiskinan hingga Narkoba

Debat Pilkada Tanah Bumbu, Paslon Zairullah-Rusli Soroti Kemiskinan hingga Narkoba

Regional
3 Mahasiswa Aceh Aksi Mogok Makan Tuntut Isi MoU Helsinki Dituntaskan

3 Mahasiswa Aceh Aksi Mogok Makan Tuntut Isi MoU Helsinki Dituntaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X