Kompas.com - 15/08/2013, 18:36 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com
- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menahan enam orang tersangka kasus korupsi di UPTD Samsat Konawe dan Kantor Catatan Sipil Konawe Utara, Kamis (15/8/2013) petang.

Keenam tersangka kasus korupsi itu sebelumnya menjalani pemeriksaan di lantai dua ruangan pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sultra. Mereka digiring ke bus tahanan milik Kejati Sultra lalu dibawa ke rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Kendari.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Andi Abdul Karim mengatakan, lima orang yang ditahan diduga melakukan korupsi dalam pemungutan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Konawe sebesar Rp 5,64 miliar.

Sedangkan satu tersangka lainnya, yakni bendahara Kantor Catatan Sipil Konawe Utara, yakni AL. Dia diduga melakukan pemalsuan tanda tangan kepala capil setempat untuk mencairkan dana sebesar Rp 582 juta.

“Lima tersangka telah menyalahgunakan dana pajak kendaraan bermotor di UPTD Samsat Kabupaten Konawe periode Januari 2012 hingga Februari 2013. Dana itu telah digunakan tersangka bersama-sama untuk kepentingan pribadi atau tidak masuk ke kas daerah,” ungkap Karim di kantor Kejati Sultra, Jalan Ahmad Yani, Kendari, Kamis (15/8/2013).

Seharusnya, menurut Karim, penerimaan daerah pajak kendaraan bermotor, biaya balik nama kendaraan bermotor, denda kendaraan bermotor, dan retribusi parkir yang disetorkan oleh kasir penerima UPTD Samsat Konawe ke kas daerah Provinsi Sultra selama kurun waktu tersebut mencapai Rp 13,1 miliar.

"Berdasarkan catatan dalam buku administrasi penerima setelah dikurangi dengan pembagian untuk kepolisian dan Jasa Raharja, rinciannya, selama tahun 2012 sejumlah Rp 11,59 miliar dan tahun 2013 sejumlah Rp 1,5 miliar sehingga total Rp13,1 miliar," jelasnya.

Namun, lanjut Karim, tersangka hanya menyetorkan ke kas daerah Provinsi Sultra sebanyak Rp 7,46 miliar. Sedangkan sisanya, Rp5,64 miliar diduga dikorupsi.

Lima tersangka korupsi tersebut yakni TH mantan kasir UPTD Samsat, LSi, H, R dan RH Toondu yang merupakan pegawai UPTD.

"Lima orang kami tahan setelah penyidik mengumpulkan bukti kuat, termasuk keterangan sejumlah saksi. Penahanan kepada mereka (enam orang, red) dilakukan selama 20 hari, mulai hari ini," ujarnya.

Lebih lanjut Karim menambahkan, untuk kasus bendahara Kantor Catatan Sipil Konawe, Albar, masih akan diperiksa sebagai pelapor. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Hasil pemeriksaan (Albar, red) mengakui bosnya juga menikmati dana itu sebesar Rp 300 juta, namun kami harus memeriksa kepala kantor Capil Konawe Utara untuk memastikan keterangan Al,” tutupnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.